Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Dua pasangan cabup/cawabup Banyuwangi sepakat tak akan menggunakan politik uang dalam perhelatan pilkada, 9 Desember mendatang. Kesepakatan itu dideklarasikan secara resmi dalam pakta integritas yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banyuwangi, Jumat (25/9) siang.

Sebelum menandatangani pakta integritas, kedua pasangan cabup/cawabup membacakan isi deklarasi.  Ikut hadir perwakilan parpol pengusung dan jajaran Muspida Banyuwangi. Selain tak berpolitik uang, kedua pasangan calon sepakat akan mematuhi tahapan pilkada dengan mengikuti protokol kesehatan Covid 19.

“Pakta integritas ini sebagai jaminan kedua paslon akan mengikuti protokol kesehatan Covid dan melakukan politik yang jujur dan adil, tanpa politik uang,” kata Ketua Bawaslu Banyuwangi Hamim. Menurut dia, Bawaslu sudah melakukan pengawasan seluruh tahapan pilkada di Banyuwangi. Khusus di musim pandemi Covid, pihaknya membentuk Pokja pemantauan Covid.

Pokja ini, kata Hamim, untuk memastikan tahapan pilkada tetap mematuhi protokol kesehatan Covid. Sehingga, tidak ada cluster baru penularan Covid di Banyuwangi. “Kami juga membentuk Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dan tim sidang sengketa pilkada mulai tingkat kecamatan.

Langkah ini, lanjut dia, untuk memastikan pelaksanaan pilkada berjalan sesuai aturan. Paslon nomor 1, Yusuf Widiatmoko – Gus Riza memastikan akan mengikuti protokol kesehatan selama kampanye. Termasuk, pilkada jurdil. “Kami akan batasi kampanye pengerahan massa. Sebaliknya, akan mengefektifkan kampanye daring,’’ ujarnya.

Hal senada diungkapkan Paslon nomor 2, Ipuk Fiestiandani – Sugirah. Menurut Ipuk, kampanye dengan Mambawa massa banyak akan dibatasi. Lalu, memilih kampanye menyapa masyarakat di tataran bawah. (wir)