Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Batik ecoprint berbasis tumbuhan, mulai diminati pasar. Peluang  ini ditangkap Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) Kabupaten Banyuwangi memproduksi massal. Bekerjasama dengan Perkumpulan Tenaga Kerja Indonesia dan Keluarga (Pertakina) Indonesia menggelar pelatihan ecoprint, Jumat (25/9) pagi.

Pelatihan diikuti anggota Perwira. Bahan yang digunakan seluruhnya berbahan alam. Daun-daunan yang tersedia di sekitar rumah. Mulai daun jati, singkong, Jenitri, kalpataru dan lainnya. Proses pembuatan ecorprint cukup sederhana. Namun, dibutuhkan kesabaran. Menggunakan bahan alam, hasilnya memikat.

“Ecoprint ini membuat batik berbahan alam. Kami ingin memberdayakan ibu-ibu yang tergabung dalam Perwira bisa membuat ecoprint yang pasarnya cukup bagus,” kata Ketua Perwira Banyuwangi, SII Istiqomah disela pelatihan.

Menurut dia, ecoprint tidak hanya dibuat batik. Namun, produk turunan lainnya. Seperti tas, dompet dan lainnya. Pelatihan ini kata dia mencetak trainer yang akan melatih anggota Perwira lainnya. “Jadi, ini pelatihan mencetak pelatih (ToT). Nanti kita akan memproduksi massal untuk pemberdayaan perempuan berbasis potensi lokal,” jelasnya.

Pihaknya berharap pelatihan ini bisa mencetak tenaga handal membuat ecoprint. Sehingga, potensi alam bisa dimanfaatkan untuk batik. Sementara itu, Ketua Pertakina Sulistiningsih mengatakan pasar ecoprint sangat terbuka lebar. Karena itu, pihaknya membuka pelatihan bekerjasa dengan berbagai komunitas.

“Harapannya, pelatihan bersama Perwira bisa mencetak pembuat ecorpint baru. Ini sangat bermanfaat untuk pemberdayaan ekonomi ,” katanya. Apalagi, lanjutnya, ecoprint bisa dibuat berbagai produk turunan yang bermanfaat. Harga di pasar juga lebih mahal. (wir)