Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Ada saja ulah pelaku kejahatan memperdayai korbannya. Mengaku seorang ulama besar, pelaku berhasil menipu puluhan tenaga kerja wanita (TKW). Tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai belasan juta rupiah. Beruntung aksi ini berhasil dibongkar Satuan Reskrim Polresta Banyuwangi.

Pelaku dibekuk tanpa perlawanan. Tersangkanya PS (27), warga asal Paiton, Probolinggo. Dalam aksinya, pelaku membuka akun di medsos. Fotonya diisi seorang tokoh ulama, pemilik ponpes besar.

Pelaku menawarkan doa untuk kelancaran jodoh, rezeki dan usaha. Berbekal foto, pelaku berhasil memperdaya korban.
Banyak yang meminta didoakan secara pribadi. Syaratnya, menyerahkan mahar. Nilainya beragam. Rata-rata Rp 500.000 hingga Rp 1 juta via transfer.

Kasus ini terbongkar setelah salah satu warga melaporkannya ke Polresta. Berbekal laporan ini, polisi bergerak. Pelaku terlacak. Ternyata, menggunakan akun palsu. Modusnya, menawarkan
secara pribadi jasa kelancaran jodoh dan rezeki. Karena itu, korbannya kebanyakan para TKW di luar negeri.

“Pelaku kita sergap di rumahnya. Korban sementara 25 orang. Tapi, masih kita
kembangkan terus,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin, Kamis (24/9) siang. Begitu ditangkap, pelaku mengakui perbuatannya. Dia berdalih nekad melakukan kejahatan lantaran tak memiliki pekerjaan. Uang hasil menipu di medsos dihabiskan berfoya-foya. Pelaku dijerat dengan pasal 45 ayat (3) UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang diancam hukuman 6 tahun penjara. (wir)