Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Polresta Banyuwangi memberikan atensi khusus keamanan pasangan cabup/cawabup di pilkada, 9 Desember mendatang. Tiga Polisi wanita/Polwan ditugaskan secara khusus menjadi pengawal pribadi (walpri) cabup. Terpilihnya dua personel ini bukan tanpa alasan. Satu calon yang akan bertarung adalah perempuan.

Tiga Polwan itu masing-masing, Aiptu IGA Komang, Briptu Mega Intan dan Briptu Chalizah Vani. Mereka terpilih menjadi walpri setelah melalui seleksi ketat. “Ini bagian dari tahapan pengamanan pilkada. Setiap cabup/cawabup mendapatkan pengawalan melekat. Karena cabup
ada yang perempuan, pengawalnya juga perempuan,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin di kantornya, Rabu (23/9) sore.
Menurut Kapolresta, seleksi menjadi walpri cukup ketat. Tim penyeleksi didatangkan dari Polda Jatim. Salah satu kemampuan khusus yang wajib dimiliki adalah bela diri.

“Komunikasi massa juga harus bagus, termasuk kemampuan bahasa Inggris,” jelasnya. Selama menjadi walpri, kata Kapolresta, tugas Polwan ini cukup beragam. Selain mengamankan cabup, mereka harus sigap dalam situasi apapun. Apalagi, cabup selalu bersinggungan dengan massa.

Di musim pandemi, walpri dituntut mampu melaksanakan protokol kesehatan Covid dengan ketat. Pengawalan cabup ini akan berlangsung sekitar 5 bulan, hingga cabup terpilih dilantik menjadi Bupati.

Selain cabup, Polresta juga menerjunkan Polwan untuk mengawal Ketua KPUD Banyuwangi. Kebetulan, Ketua KPUD Banyuwangi juga perempuan. Para Polwan ini mulai diperintahkan menghadap pejabat dan cabup yang dikawalnya sejak, Rabu (23/9) siang.

Pilkada Banyuwangi diikuti dua pasangan cabup/cawabup. Masing-masing, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas – Sugirah diusung PDIP, NasDem, Gerindra, PPP dan Hanura. Ipuk merupakan istri Bupati Banyuwangi dua periode Abdullah Azwar Anas. Satu lagi, pasangan Yusuf Widiatmoko – Muhammad Riza Azizy diusung PKB, Demokrat, Golkar dan PKS. Yusuf merupakan Wakil Bupati Banyuwangi dua periode.(wir)