Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Pengamanan tahapan pilbup di Banyuwangi sedikit beda. Pascapenetapan pasangan calon (paslon) cabup/cawabup, polisi mulai melakukan pengawalan pribadi. Tak hanya paslon, Ketua KPUD dan Bawaslu ikut mendapatkan pengawalan melekat. Tujuannya, memastikan keamanan para penyelenggaran pilkada tersebut.  Pengawalan akan diberlakukan hingga pelantikan paslon terpilih.

Kabag Operasional Polresta Banyuwangi Kompol Sumartono menjelaskan personel yang dipilih menjadi pengawal sudah melalui uji tes yang ketat. “Jadi, kemampuannya di atas rata-rata untuk mengamankan paslon dan penyelenggara Pilbup,” katanya, Rabu (23/9) siang.

Pengawalan, lanjutnya, dilakukan selama 24 jam. Setiap paslon diberikan pengawal tiga orang. Mereka akan memberikan pengamanan secara menyeluruh selama paslon berkegiatan.

Selain paslon dan penyelenggara pilbup, kantor penyelenggara pilbup juga mendapatkan tambahan pengamanan. Khusus di kantor penyelenggara pilbup, pengamanan dilakukan bersama TNI. “Untuk paslon, pengawalan dari polisi. Sedangkan di kantor KPUD dan Bawaslu dilakukan TNI/Polri,” imbuhnya.

Menurut Sumartono, pengamanan ini untuk memastikan kondisi paslon dan penyelenggara pilkada dalam kondisi steril. Sehingga, tahapan pilkada bisa berjalan sesuai tahapan. Tanpa gangguan apapun. (wir)