Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Mendekati massa kampanye pilbup, Polresta Banyuwangi memberikan warning kepada para pasangan cabup/cawabup. Bagi yang melanggar protokol kesehatan saat kampanye, polisi memastikan akan menindak tegas. Hal ini ditegaskan Kapolresta Banyuwangi Kombespol Armas Asmara Syarifudin, usai bertemu jajaran Komisioner KPUD Banyuwangi, Selasa (22/9) siang.

Kapolresta menegaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan jajaran parpol pendukung cabup/cawabup. Isinya, diimbau tetap memperhatikan protokol kesehatan selama menggelar kampanye. “Koordinasi sudah kami lakukan. Kita imbau. Tapi, jika tetap melanggar, tentunya ada tindakan tegas. Ada sanksi,” kata perwira tiga melati di pundak tersebut,
Ditambahkan, jumlah kasus Covid-19 di Banyuwangi terus meningkat. Tembus hingga 1000 lebih.

Karena itu, pihaknya meminta kalangan parpol memperhatikan protokol kesehatan ketika masa kampanye. “Kalau menggelar kampanye akbar, protokol kesehatan harus dilakukan dengan ketat. Jangan sampai ada penularan cluster baru,” tegasnya. Jadwal kampanye pilbup sedianya digelar setelah pengundian nomor urut cabup.

Tak hanya masa kampanye, polisi juga meminta kalangan parpol tidak membawa massa besar ketika pengundian nomor urut cabup/cawabup, 25 September besok. “Untuk pengundian nomor urut cabup, kami sudah koordinasi dengan KPUD. Tidak ada pengerahan massa ke lokasi acara,” tegas Kapolres. Menurutnya, aturan penggunaan protokol kesehatan sudah diatur dalam Pergub maupun Inpres. Sanksinya juga jelas.

Sementara itu, Ketua KPUD Banyuwangi Dwi Anggraeni, mengatakan pihaknya akan
mengumumkan penetapan cabup/cawabup melalui situs resmi KPUD. Lalu, pengundian nomor urut cabup/cawabup akan dilakukan di sebuah hotel. Undanganya terbatas. Pasangan cabup/cawabup dan perwakilan partai pengusung. “ Penggunaan protokol kesehatan Covid tetap kami kedepankan. Salah satunya, pengumuman penetapan cabup/cawabup dilakukan melalui online,” tegasnya. (wir)