Malang Sosialisasi Pilkada Serentak

24

Malang, (bisnissurabaya.com) – Pemilihan Kepala Daerah/Pilkada serentak 9 Desember mulai disosialisasikan. Apalagi Pilkada digelar di tengah merebaknya Pandemi virus corona-19. Untuk itu, proses pelaksanaannya mengacu pada protokol kesehatan. Hal ini membutuhkan peran aktif dari satgas covid-19 serta sosialosasi lebih awal untuk membangun kesadaran bagi masyarakat yang akan terlibat langsung dalam proses pemilihan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Malang  melaksanakan sosialisasi persiapan pelaksanaan pilkada Senin (21/9) sebagai salah satu bentuk upaya strategis persiapan menuju pilkada yang aman dan tertib bagi masyarakat. Kegiatan diawali dengan penggunaan masker secara bersama-bersama oleh Bupati Malang H.M. Sanusi MM.

‘’Saya berharap kita bisa bersama- sama mengutamakan keselamatan bersama di atas kepentingan apapun,” kata Bupati Sanusi. Bupati juga memberikan apresiasi motor trail kepada Polsek dan Koramil demi mendukung upaya pengendalian pandemi covid-19 di wilayah masing-masing.

Pada kesempatan selanjutnya Kapolres Malang AKBP Hendri Umar SIK, MH menekankan, kewaspadaan yang tinggi pada setiap kegiatan yang memicu mobilisasi orang banyak. “Kami dari jajaran kepolisian akan terus mengawal tahapan menuju pilkada yang rawan dihadiri banyak pendukung. Mulai dari proses pendaftaran, pengundian nomor, terutama masa kampanye,” jelas Kapolres.

Untuk itu, kata dia, setiap tahapan harus dilaksanakan dengan tetap bersama-sama disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Kapolres juga akan membentuk satgas khusus untuk menindak pelanggaran yang bisa memicu gangguan keamanan pada masa kampanye, pengawalan surat suara, serta saat proses rekapitulasi suara.

“Kami telah mendapat mandat dari Kapolri dan Kapolda bahwa harus bersikap netral dalam pelaksanaan pilkada. Untuk proses pengamanan, kami akan mengerahkan 800 personel yang akan disebar di berbagai wilayah Kabupaten Malang, serta kami ucapkan terima kasih kepada PemKab Malang yang telah memberikan dukungan anggaran untuk mendukung kegiatan pengamanan Pilkada,” tambahnya.

Dandim 0818 Malang Batu Letkol Inf, Yusup Dody Sandra, berharap pada masa pilkada ini tidak memicu munculnya klaster baru dengan menghindari pengerahan masa pada tiap-tiap tahapan pilkada dengan patuhi protokol kesehatan.

Sementara itu, Ketua KPU Malang, Anis Suhartini, menyampaikan prinsip utama dilaksanakannya Pilkada  harus mematuhi protokol kesehatan, dengan memperhatikan kesehatan serta keselamatan semua pihak yang terlibat dalam pilkada.

“Pembatasan jumlah masa pendukung yang akan turut serta menemani paslon pada setiap tahapan pilkada tidak boleh lebih dari seratus orang serta tidak boleh memasuki ruangan tertutup secara bersama-sama, dan untuk tahapan debat publik akan dilaksanakan di dalam studio tertutup dengan tidak menghadirkan masa,” jelasnya. (giar/yuli)