Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Antusias ribuan warga Sidoarjo jamaah Gus Peyek menggelar sholawat dan doa bersama memenangkan pasangan bakal calon Bupati/Bacabup dan bakal calon Wakil Bupati/Bacawabup Sidoarjo, H Kelana Aprilianto, SE – Dr Hj Dwi Astutik, di Dusun Sungon Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo, Kamis  (17/9).

Dari ribuan jama’ah Gus Peyek berasal dari berbagai wilayah Kecamatan Sidoarjo itu memadati lokasi untuk mengikuti sholawat yang dipimpin beberapa ulama dan habib. “Sholawatan disini, merupakan bentuk kecintaan saya terhadap warga Sidoarjo. Doa bersama dan istighosah ini, harapannya Sidoarjo dapat adem ayem, sampai 9 Desember dan seterusnya,” kata Kelana.

Mengambil thema ‘Gus Peyek – Kelana Bersholawat’, Gus Peyek mengatakan dirinya ingin menunjukkan kepada masyarakat luas khususnya warga Sidoarjo. Bahwa Kelana Aprilianto atau disapa Mas Kelana merupakan orang Islam yang juga pecinta Sholawat. Selain itu, Gus Peyek, juga menepis adanya isu tentang keburukan Bacabup yang diusung PDI-P dan PAN itu.

“Tidak seperti yang diomongkan orang-orang. Mas Kelana itu orang islam juga pecinta sholawat,” kata Gus Peyek, kepada wartawan di lokasi acara. Sebagai seorang ustadz yang memiliki pengikut maupun santri, Gus Peyek menyebutkan, bahwa tidak ada salahnya seorang Kelana turun ke Sidoarjo ingin membangun Kabupaten Sidoarjo lebih baik.

Peta politik membuat nama baik Kelana, dijustifikasi tidak baik tentang status keyakinan, disebut juga Kelana, merupakan keturunan Kiai di Pasuruan. “Karena benderanya Kelana dari PDI-P akhirnya di just bahwa Kelana itu tidak suka orang NU, tidak suka Ijo, Itu salah besar !!!,” urai Gus Peyek.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Peyek menyatakan dukungannya kepada pasangan bacabup/bacawabup, Kelana-Dwi Astutik. Gus Peyek, yang sebelumnya merupakan ujung tombak pendukung Achmad Amir Aslicin (Mas Iin) kini terus terang memantapkan dukungannya kepada Kelana lantaran Mas Iin tak mendapat rekom dari partai.

“Pilihan saya sekarang tepat kombinasi Merah dan Ijo, beragam tapi tetap bersatu. Dan setelah saya selidiki, ternyata Mas Kelana, ini merupakan anaknya Kiai di Pasuruan,” beber Gus Peyek. Dalam acara malam itu, lanjut Gus Peyek, pembuktian bahwa Kelana juga Cinta NU, Kelana cinta bersholawat. Gus Peyek menegaskan kalau acara tersebut bukan acara kampanye, namun merupakan acara do’a untuk perjuangan mas Kelana.

“Dia hanya minta do’a supaya tetap diberi kekuatan, sehat untuk menghadapi pertarungan Pilkada di Sidoarjo, itu aja,” terang Gus Peyek. Gus Peyek, juga akan road show ke beberapa kiai dan tokoh masyarakat untuk memenangkan Mas Kelana. Perjuangan Mas Kelana melalui merah dengan merangkul Ijo menunjukan bahwa Mas Kelana juga mencintai NU.

“Inilah hebatnya, Indonesia Bhinneka Tunggal Ika, jadi gak bisa Ijo harus Ijo selamanya tidak. NU tidak begitu. NU ada dimana-mana dan untuk mengayomi siapa saja, Itu NU,” kata Gus Peyek. (rino)