Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pasca adanya seorang hakim beserta istrinya meninggal dunia karena terpapar covid-19 beberapa waktu lalu, Pengadilan Negeri/PN Surabaya dalam waktu dekat ini akan melakukan tes SWAB missal. Namun, saat ini kebijakan lockdown belum diterapkan supaya layanan pengadilan bagi masyarakat tetap berjalan.

PN Surabaya belum melakukan kebijakan lockdown terkait meninggalnya salah satu hakim inisial MA yang berdinas di lembaga peradilan tersebut. Ironisnya, sang istri juga meninggal dunia. Keduanya, meninggal karena terpapar covid-19 saat mereka pulang ke Semarang. Menanggapi hal tersebut, Humas PN Surabaya, Martin Ginting, menyatakan, setelah ini pihaknya akan melakukan SWAB pada seluruh pegawai yang ada di PN Surabaya.

‘’Setelah hasil SWAB ini keluar, baru akan dilakukan kebijakan apakah melakukan lockdown atau tidak,’’ kata Ginting. Namun, saat ini kebijakan lockdown belum diterapkan kembali, supaya layanan pengadilan bagi masyarakat tetap berjalan.

 Tes SWAB yang dilakukan seluruh hakim dan pegawai di lingkungan PN Surabaya yang berjumlah kurang lebih 350 orang ini masih menunggu konfirmasi dari petugas yang akan melakukan SWAB. (agung/stv)