Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Fasilitas tol laut dari Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, mulai menuai keluhan. Kali ini, Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan/Gapasdap Jatim mengeluhkan kebijakan tersebut. Alasannya, tol laut yang berdekatan dengan Pelabuhan Ketapang ini akan membunuh penyeberangan di Jawa – Bali.

Gapasdap khawatir, penumpang akan sepi. Sehingga, kapal-kapal yang beroperasi di selat Bali akan terhenti, tak mampu membiayai operasional pelayaran. Gapasdap berharap, fasilitas tol laut dari Tanjungwangi ini bisa dikaji ulang. Sehingga, bisa melindungi iklim industri penyeberangan di Ketapang – Gilimanuk. “Lintasan baru Tanjungwangi – Lembar, lokasinya berhimpitan dengan Ketapang – Gilimanuk. Kami khawatir, pelabuhan Jawa – Bali yang sudah puluhan tahun ini akan mati karena kehilangan penumpang,” keluh Ketua Gapasdap Jatim, Sunaryo kepada wartawan, Jumat (18/9) siang.

Idealnya, lanjut Sunaryo, pemerintah bisa melindungi iklim industri penyeberangan. Sehingga, tidak ada kapal yang berhenti beroperasi karena tidak ada biaya operasional. “Kami ini murni swasta, jika tak ada biaya operasional jelas akan berhenti beroperasi. Beda dengan BUMN yang mendapatkan suntikan modal dari negara,” sindir pria yang juga Manager Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) Banyuwangi tersebut.

Ditambahkan, pihaknya tidak menolak  pembukaan lintasan Tanjungwangi – Lembar. Namun, kebijakan ini memicu persaingan bisnis yang tidak sehat di Ketapang. “Seharusnya, pemerintah membuat persaingan bisnis yang sehat. Misalnya, membuka lintasan yang lain, bukan di dekat Ketapang seperti ini. Apalagi, jenis kapalnya juga sama,” kritiknya.

Akibat rute baru ini, Sunaryo mengaku penumpang dari Pelabuhan Ketapang langsung turun tajam. Ketika musim Covid, penumpang dari Ketapang anjlok hingga 60 persen. Begitu era new normal dibuka, penumpang mulai merangkak naik. “Namun, tiba-tiba ada rute Tanjungwangi – Lembar mulai 10 Agustus 2020. Ini kembali menurunkan angka penumpang,” keluhnya lagi. Akibat kondisi ini, pihaknya tak bisa melarang jika kapal-kapal di Ketapang – Gilimanuk akan berhenti beroperasi akibat tidak memiliki beaya operasional.

Tol laut dari Tanjungwangi, Banyuwangi menuju Lembar, Lombok dibuka mulai 10 Agustus 2020. Sayangnya, hingga detik ini belum ada pernyataan resmi dari Pelindo III Tanjungwangi terkait fasilitas tol laut tersebut. (wir)