Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Musim pandemi, kondisi pariwisata di Kabupaten Banyuwangi ikut terdampak. Terutama, bagi kelompok masyarakat sadar wisata (Pokdarwis). Terkait kondisi ini, Bupati Banyuwangi Abdullah Anas mengajak Pokdarwis tetap optimistis dan kreatif di masa pandemi. Anas meyakini, sektor pariwisata akan tetap tumbuh.

Agar tetap moncer, lanjut Anas, prestasi dan inovasi kebijakan yang membuat berbagai lembaga pemerintahan, BUMN, dan perusahaan nasional mengunjungi Banyuwangi. “Kalau strategi kita hanya menawarkan pesona keindahan alam, mungkin sama dengan daerah lain. Tapi kita juga menjual prestasi dan inovasi kebijakan, sehingga melahirkan pasar baru, yaitu wisata studi banding yang selama setahun bisa mencapai 100.000 orang luar daerah,” kata Anas saat bersilaturahim dengan sejumlah penggerak pokdarwis, Rabu (16/9) malam.

Akibat inovasi, kata Anas, banyak daerah berbondong-bondong ke Banyuwangi. Di antaranya Mal Pelayanan Publik pertama di Indonesia yang dimiliki pemerintah kabupaten, Pasar Pelayanan Publik, hingga beragam inovasi layanan kesehatan dan pendidikan.  “Dari ranking 156, kita kemarin ranking 4 terbaik kinerja Se-Indonesia, karena ini Menteri Dalam Negeri merekomendasikan Pemda-Pemda belajar ke Banyuwangi, dengan prestasi ini orang banyak datang ke Banyuwangi, dan kembali lagi dengan keluarganya ke Banyuwangi,” ungkap Anas.

Anas berharap Pokdarwis melakukan protokol covid. Sebab, jika wisatawan merasa aman, orang akan kembali lagi. Namun jika wisatawan merasa tidak aman, tidak akan kembali. Wildan Sukirno, Ketua Pokdarwis Banyuwangi mengatakan ssepuluh tahun terakhir  perkembangan pariwisata di Banyuwangi luar biasa.

Dia berharap, pariwisata Banyuwangi bisa bertahan, meski sektor ekonomi pariwisata sedang terpuruk akibat pandemi.  “Minimal  lima tahun ke depan kita bisa bertahan dulu, kita tidak ingin turun, maka saya berharap pariwisata Banyuwangi ada keberlanjutan,” harapnya. (wir)