Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Polresta Banyuwangi makin gencar melakukan penindakan warga yang tak bermasker. Tak hanya razia, polisi bersama TNI, Kejaksaan dan Pengadilan menerjunkan tim pemburu warga tak bermasker, Kamis (17/9) pagi. Tim gabungan ini akan menyasar seluruh titik berkumpulnya masyarakat.

Bagi yang kedapatan tak bermasker dikenai sanksi. Mulai tindak pidana ringan (tipiring) hingga sanksi denda. Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin mengatakan tim pemburu masker ini bukan hanya melibatkan polisi. Namun, gabungan lintas instansi. Seperti TNI dan Satpol PP.

“Jadi, selama ini, kami tim gabungan sudah sering melakukan sosialisasi tentang pentingnya masker dan protokol kesehatan Covid. Sekarang, tahapannya mulai penindakan,” kata Kapolresta usai meresmikan Tim Pemburu pelanggar protokol kesehatan di Mapolresta Banyuwangi.

Dijelaskan, peluncuran tim gabungan ini adalah tindak lanjut Inpres No.6 tahun 2020 dan Pergub Jatim No.53 tahun 2020 tentang Wajib Masker dan Protokol Kesehatan. Harapannya, diluncurkannya tim bisa membuat masyarakat tertib, lalu jera ketika melanggar. “Tim akan berkeliling, jika mendapati warga melanggar aturan protokol kesehatan akan disanksi,” tegasnya.

Menurut Kapolresta, protokol kesehatan masa Covid sudah diatur dengan jelas. Sehingga, perlu ditegakkan dengan menerjunkan tim gabungan. “ Sanksi yang diberikan bisa sidang di tempat atau tipiring ke pengadilan,” pungkasnya. Meski melakukan penindakan, tim gabungan ini juga tetap melakukan sosialisasi. Termasuk, membagikan masker. (wir)