Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Untuk memutus penyebaran covid-19, berbagai upaya dilakukan Pemprov Jawa Timur/Jatim. Salah satunya, dengan meresmikan Tim Pemburu pelanggar protokol kesehatan covid-19/ yang di pusatkan di Grahadi Rabu (16/9). Tim ini dibentuk karena sampai saat ini  masih ada ancaman yang besar dari penyeberan virus corona. Nantinya, pelanggar akan dikenai hukuman administratif dan pidana.

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah/Forkopimda Jatim, meresmikan Tim Pemburu pelanggar ptotokol kesehatan covid-19 di Grahadi Surabaya. Gubernur Jatim, Khoffifah Indar Parawansa, mengatakan, tim yang beranggotakan sekitar 200 orang, dari TNI – Polri, Satpol PP, ormas dan juga perwakilan mahasiswa, serta dari bonek ini diterjunkan secara khusus sebagai bentuk lain dari upaya pendisiplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.

Seperti menjaga jarak, memakai masker dan juga mencuci tangan. Tim ini juga dibekali dengan instrument hukum untuk menjalankan tugasnya. Baik itu inpres, perda, pergub serta perbup dan perwali.

Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol M Fadil Imran, mengatakan, penindakan oleh tim pelanggar protokol kesehatan covid-19 ini, dilakukan disemua tempat publik dan juga titik-titik keramaian. Karena, hingga kini masih banyak masyarakat yang tidak patuh pada protokol kesehatan.

Sedangkan untuk hukumannya disesuaikan dengan peraturan yang ada. Ada hukuman administratif dan pidana untuk perorangan paling besar Rp 500.000 dan untuk  perseroan paling besar mencapai Rp 50 juta. (feri/stv)