Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Puluhan warga jalani sidang di tempat, setelah terjaring razia yustisi karena kedapatan tidak menggunakan masker saat keluar rumah di kawasan pintu keluar tol Dupak Surabaya. Tak hanya membayar denda, sebagian warga yang terjaring razia juga di berikan sanksi menyapu jalan karena tak menggunakan masker dengan benar.

Petugas gabungan dari TNI -Polri, Satpol PP Surabaya dan Kejari Tanjung Perak, Hakim dari Pengadilan Negeri/PN Surabaya merazia pengendara yang melintas di sekitar pintu keluar tol Dupak Surabaya. Sejumlah pengendara yang melintas terpaksa dihentikan laju kendaraannya karena kedapatan tak menggunakan masker saat keluar rumah.

Mereka lalu diminta menunjukkan identitas untuk didata dan diharuskan menjalani sidang di tempat yang telah disiapkan. Tak hanya itu, sebagian warga lain yang kedapatan tidak menggunakan masker secara benar atau membawa masker tapi tak digunakan, juga dihentikan diberikan teguran dan diharuskan mengikuti proses sidang di tempat. Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum, mengatakan razia yustisi ini digelar untuk menyadarkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan covid-19 dan patuh menggunakan masker setiap saat.

Sementara, Kasi Pidum Kejari Tanjung Perak, Eko Budi Susanto, razia yustisi ini digelar sebagai penegakan Peraturan Gubernur Jatim nomer 2 tahun 2020, tentang perubahan perda Jatim nomor 1 tahun 2019 tentang penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum dalam masyarakat, dengan pemberian sanksi administratif berupa denda atau kurungan selama 3 bulan.

Dalam razia ini sedikitnya 50 pelanggar protokol kesehatan terjaring razia, mereka diberikan sanksi membayar denda Rp 100.000. Sementara bagi sebagian pelanggar yang tak membawa uang disanksi menyapu di sekitar jalan setempat. Razia serupa akan terus dilakukan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya penerpaan protokol kesehatan dan penggunaan masker. (farid/stv)