Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Empat bulan ke depan, hari-hari Subandi, mantan Kades Pabean, Kecamatan Sedati, Sidoarjo akan berbeda dibanding biasanya. Maklum, pria 48 tahun ini bakal mengikuti tahapan Pilkada Kabupaten Sidoarjo 2020 sebagai Bakal Calon Wakil Bupati/Bacawabup Sidoarjo yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa/PKB berpasangan dengan Bakal Calon Bupati Sidoarjo/Bacabup, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor).

Subandi, yang sebelumnya adalah Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo, mengatakan siap bekerja demi mewujudkan cita-cita membangun Sidoarjo lebih baik bersama Gus Muhdlor. “Kami niat tulus, ingin bersama-sama bangun Sidoarjo yang jauh lebih baik lagi. Terutama dengan pemerataan hingga ke desa-desa,” kata Subandi, kepada bisnissurabaya.com di Sidoarjo Selasa (15/9) siang.

Bapak dua anak ini mengaku telah menyiapkan fisik dan mental untuk menghadapi tahapan Pilkada Sidoarjo, yang akan mencapai puncaknya pada Desember 2020 nanti. Menanggapi hal itu, Subandi, mengatakan, siap menjalankan protokol kesehatan ketat dalam setiap kegiatan.

“Kami sudah berulangkali sampaikan ke tim pemenangan bahwa protokol kesehatan harus diterapkan di tengah situasi seperti ini,” ungkap Subandi, yang beberapa hari lalu dinyatakan negatif dari hasil tes PCR di RSUD dr Soetomo Surabaya.

Berbekal pengalaman selama dua periode menjadi Kepala Desa Pabean, Kecamatan Sedati, tentunya menjadi modal penting bagi Subandi, untuk menghadapi Pilkada ini. Ia paham betul apa kebutuhan desa, apa masalahnya dan solusi yang bisa ditawarkan.

Seperti masalah kesejahteraan warga desa, pelayanan publik yang lebih baik, hingga bagaimana memacu perkembangan infrastruktur desa. Sehingga menjadi motor penggerak ekonomi. “Masalah klasik seperti kesejahteraan warga desa yang tidak merata, pelayanan publik hingga kurangnya infrastruktur pendukung ekonomi di wilayah desa akan menjadi fokus dalam membangun Sidoarjo di masa depan jika kami diberi amanah warga Sidoarjo,” kata suami dari dr Sriatun, ini.

Subandi punya cita-cita untuk memperkuat pembangunan perdesaan, mulai pembangunan infrastruktur fisik, sumberdaya manusia, hingga pelayanan publik. “Kami sudah siapkan skema percepatan pembangunan infrastruktur untuk menunjang kegiatan ekonomi, sosial, dan pelayanan publik di desa,” paparnya.

Untuk mendukung kinerja para kepala desa dan perangkat desa, Subandi, akan mengalokasikan kenaikan penghasilan Kepala Desa dan perangkat desa. Saat ini, sesuai Perbup Sidoarjo No.77/2018 yang diubah melalui Perbup Sidaorjo No.18/2019 dan Perbup Sidoarjo No. 83/2019 disebutkan penghasilan tetap Kepala Desa di wilayah Kabupaten Sidoarjo dipatok Rp 3,65 juta per bulan. Sedangkan untuk Sekretaris Desa sebesar Rp 2,555 juta per bulan dan Perangkat Desa sebesar Rp 2,19 juta per bulan.

Nantinya, kata dia, jika terpilih, pihaknya akan mengalokasikan kenaikan pendapatan Kepala Desa setidaknya menjadi Rp 5 juta per bulan dan perangkat desa setidaknya setara Upah Mimimum Kabupaten/UMK Sidoarjo yang tahun 2020 ini mencapai Rp 4,193 juta per bulan.

“Kenaikan penghasilan bagi kepala desa dan perangkat desa ini penting untuk mendukung kinerja pelayanan publik di tingkat desa. Disamping itu, ini bentuk apresiasi bagi rekan-rekan kepala dan perangkat desa karena mereka mengabdi dan bekerja tidak kenal waktu. Bahkan di hari libur atau di malam hari, ketika dibutuhkan mereka harus bekerja melayani masyarakat,” jelas Subandi. (rino)