Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Aparat gabungan di Surabaya, menggelar razia gabungan dengan sasaran warga tak gunakan masker di depan Kebun Binatang Surabaya/KBS. Dalam razia ini, petugas mendapati seorang oknum polisi yang tak mengenakan masker dan langsung diciduk. Sayangnya, oknum polisi yang terjaring razia tersebut justru marah-marah kepada aparat gabungan, yang langsung membawanya ke Provos Polrestabes Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan.

Aparat gabungan dari TNI – Polri dan Satpol PP kota Surabaya, menggelar razia skala besar dengan sasaran warga tak mengenakan masker. Razia digelar di sejumlah titik. Satu diantaranya di perempatan lampu merah, KBS. Sejumlah pengendara kendaraan yang tak mengenakan masker langsung diberhentikan petugas dan diberi surat teguran serta pendataan KTP. Bagi warga kota Surabaya, KTP langsung disita oleh Satpol PP kota Surabaya.

Sementara, dalam razia ini, aparat gabungan mendapati seorang oknum anggota polisi yang tak mengenakan masker saat menumpang angkot. Saat dijaring, oknum polisi ini justru marah-marah dan menantang petugas. Oknum polisi bernama Denny Agustono, sempat berbelit ketika diminta menunjukkan kartu tanda anggota kepolisian oleh aparat gabungan di lokasi.

Oknum polisi ini kemudian menunjukkan kartu tanda anggota, berpangkat Aiptu dan mengaku bertugas di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Karena marah-marah dan menantang, oleh aparat gabungan oknum polisi ini langsung dibawa ke Provos Polrestabes Surabaya untuk diperiksa. “Penertiban yustisi ada di dalam angkot nggak pakai masker dia ngelawan saya turunkan dia bilang saya mau beli kita cek ternyata anggota bawa KTA ini mau saya bawa ke provos anggota KP3. Nanti tetep kita kasih teguran kita kasih masker juga KTP tetep dibawa,” kata Waka Polsek Wonokromo Surabaya, AKP Arif S di Surabaya Senin (14/9).

Sementara, dari hasil razia yang dilakukan, hanya dalam waktu 30 menit petugas sudah mendapati belasan warga yang mengendarai kendaraan tidak menggunakan masker. Saat ini sanksi yang diberikan berupa sanksi teguran, dimana pelanggar diberi surat teguran oleh polisi dan didata dan kemudian diberi masker oleh petugas. Razia warga tak menggunakan masker dalam skala besar ini dilakukan, untuk mencegah penyebaran covid-19 di Surabaya. (feri/stv)