Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Tren wisata staycation di hotel, pasca memasuki era new normal yang sudah berjalan sebulan lalu, nyatanya diminati masyarakat. Bahkan, sudah dua bulan ini, tingkat hunian hotel meningkat menjadi 20 persen. Hal ini, berbeda jauh saat awal pandemi yang tingkat hunian hotel rata-rata hanya 2,7 persen.

Tren wisata staycation di hotel pasca memasuki era new normal yang sudah berjalan sebulan lalu, ternyata kini diminati masyarakat. Bahkan, sudah dua bulan ini, tingkat hunian hotel meningkat menjadi 20 persen. Hal ini berbeda jauh saat awal pandemi yang tingkat hunian hotel rata-rata hanya 2,7 persen.

Pengamat Ekonomi Surabaya, Jamhadi, mengatakan disaat pandemi sekarang ini dunia usaha sangat mendambakan situasi normal segera hadir. Sektor usaha tersebut tidak terlepas pada bidang pariwisata. Ada yang wisata indor seperti perhotelan, maupun outdor seperti tempat wisata terbuka, yang normalnya keduanya harus berjalan berbarengan supaya kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan lancar.

Ia menambahkan, setelah sekian bulan lamanya masyarakat dianjurkan untuk stay at home maupun work from home/WFH ternyata membuat masyarakat jenuh dan kini mereka lebih memilih wisata staycation di hotel yang dirasa lebih aman daripada berwisata di ruangan terbuka dan banyak orang.

Hal ini seperti yang terlihat pada beberapa hotel yang kini tingkat huniannya meningkat 20 persen dibandingkan dengan saat awal adanya pandemi covid-19. Selain itu, Jamhadi, mengapresiasi kepada pengusaha hotel yang taat pada anjuran pemerintah supaya hotel menerapkan protokol kesehatan dengan ketat serta kuota kamar hotel yang disewakan jumlahnya dibatasi 50 hingga 75 persen dengan pembatasan jarak kamar yang disesuaikan sesuai protokol kesehatan. (agung/stv)