Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Penerapan bermasker di Kabupaten Banyuwangi makin diperketat. Warga tak bermasker langsung dikenakan denda Rp 30.000, sidang di tempat. Denda ini diberlakukan selama razia masker secara massal yang digelar Forum Komunikasi Pimpinan Daerah/Forkopimda Banyuwangi, Senin (14/9) siang.

Yang menarik, setelah didenda, warga yang terjaring diberikan masker gratis. Hanya hitungan jam, belasan warga terjaring razia di depan Pendopo Kabupaten ini. “Razia ini tindak lanjut Pergub No.53/2020 dan Inpres No.6/2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan dan Wajib
Masker,” kata Kapolresta Banyuwangi Arman Asmara Syarifudin, disela memimpin razia. Selain Kapolresta, Bupati, Dandim, Kajari dan Kepala Pengadilan Negeri Banyuwangi. Selain denda, warga yang kedapatan melanggar disanksi kurungan selama 3 hari.

Namun, seluruh warga yang terjaring memilih membayar denda. Menurut Kapolresta, selama ini, Forkompimda gencar melakukan sosialisasi terkait pentingnya masker. Termasuk, bagi-bagi
masker gratis. Untuk memastikan warga selalu bermakser, digelar razia serempak. Terpisah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyatakan, razia ini untuk mendorong kesadaran masyarakat selalu bermasker.

“Jadi, bukan soal denda, tapi harapannya masyarakat bisa sadar selalu bermasker,” tegasnya. Warga yang terjaring razia kebanyakan menyesal. Memilih membayar denda. Seperti diakui Kamelia Siska (33), warga Kelurahan Singotrunan, Banyuwangi. “Tadi keburu keluar rumah. Jadi lupa bawa masker. Biasanya selalu pakai,” dalihnya. (wir)