Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Ratusan penggemar merpati sprint di Kabupaten Sidoarjo, menarik minat bacawabup Sidoarjo H.M.Taufiqulbar untuk bisa melihat dari dekat.

Cak Taufiq (baju putih), panggilan akrabnya menyapa ratusan penggemar merpati sprint yang tergabung dalam MBBS, di Lapangan Persawahan Sawohan Buduran Sabtu (12/9).

Di lokasi track, Cak Taufik, selain melihat dan berdialog, juga mencoba bagaimana cara mengibas merpati saat pejantan sprint dari jarak 1 kilometer. Beny, Kordinator MBBS, mengatakan, puluhan pembalap merpati sprint yang berlatih, berasal dari beberapa kecamatan di wilayah Sidoarjo.

“Ini yang datang baru belum seberapa pak, karena sebagian besar sedang mengikuti lomba balap merpati di Madura,” kata Beny. Menurut dia, trek balap Sawohan ini, selain untuk berlatih, juga digunakan sebagai trek lomba nasional.

Tepatnya pada 1997 lalu, trek balap ini sempat dipakai untuk lomba nasional bertajuk “Dan Denpom Cup”. Hanya saja, saat itu belum terbentuk PPMBSI, yang ada paguyuban penggemar merpati balap tanah air.

Kendati sudah hadir lama di Sidoarjo, menurut Beny, komunitas merpati balap ini belum masuk dalam keanggotaan Koni Sidoarjo.
“Jadi, kami selama ini menggelar lomba dengan swadaya anggota,” paparnya.

Bacawabup Taufigulbar, yang berpasangan dengan bacabup Bambang Haryo Sukartono/BHS ini, mengaku, sangat apresiasi dengan komunitas merpati balap yang jumlah penggemarnya hingga puluhan ribu orang ini.

“Ini akan menjadi magnet wisata Sidoarjo, kalau sering digelar lomba merpati balap di Sidoarjo akan mengundang komunitas dari luar daerah masuk Sidoarjo dan ini harus dimanfaatkan untuk menggenjot sebagai wisata baru Sidoarjo,” jelasnya

Karena jika, lomba merpati balap digelar, ekonomi warga disini akan menggeliat, karena banyak muncul pedagang makanan atau minuman di area lomba.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan rumah warga akan jadi sarana penginapan bagi mania merpati balap yang hadir. Sebab mereka mengikuti lomba hingga tiga hari, jadi butuh penginapan.

“Kami jika terpilih akan mengembangkan lomba merpati balap ini menjadi ajang wisata yang menarik seperti lomba karapan sapi di Madura,” tegas Cawabup Taufiqulbar, yang juga berpesan, agar tidak ada peluang perjudian pada setiap event kegiatan merpati sprint. (rin)