Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Rencana pelaksanaan sekolah tatap muka untuk tingkat SD dan SMP di Surabaya, tampaknya belum siap dilaksanakan. Sebab, dari 3.082 guru yang sudah di SWAB, yang sudah keluar hasilnya 3.082. Dan sebanyak 393 guru dinyatakan positif covid- 19. Terkait masih banyaknya guru yang terpapar covid-19, Pemkot Surabaya akan mengkaji dan menganalisa kembali rencana sekolah tatap muka untuk SD dan SMP di Surabaya.

Upaya memutus rantai penyebaran covid-19 di Surabaya terus dilakukan pihak Pemkot Surabaya. SWAB masal untuk berbagai kalangan sudah dilakukan. Baik terhadap ratusan ibu hamil yang usia kandungannya diatas 3-7 bulan, maupun terhadap ratusan guru SD dan SMP.

SWAB untuk guru di seluruh kota Surabaya dirasa penting, karena Pemkot Surabaya berencana akan membuka sekolah tatap muka. Untuk SD dan SMP, setiap guru diharuskan terbebas dari paparan covid-19. Namun, tampaknya rencana sekolah tatap muka di surabaya masih jauh dari harapan. Karena dari hasil SWAB tes, ratusan guru dinyatakan positif covid- 19.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara, menjelaskan, rencana sekolah tatap muka untuk sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di kota surabaya tampaknya belum siap dilaksanakan. Karena masih terus dianalisa oleh pihak satgas covid dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Dari data sementara yang masuk ke Pemkot Surabaya, sejauh ini telah dilakukan swab terhadap 3.882 guru di Gelora Pancasila Surabaya. Dan yang telah diketahui hasilnya baru 3.082 SWAB. Dari jumlah tersebut/ sebanyak 393 guru dinyatakan positif covid-19.

Meski telah didapati ratusan guru yang positif covid-19 dan sedang menjalani isolasi dan perawatan medis, namun, setiap pekan, Pemkot Surabaya masih akan terus melakukan swab tes terhadap guru SD dan SMP di seluruh Surabaya. (stady/stv)