Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Majelis Wakil Cabang/MWC NU se-Surabaya mengklarifikasi terkait beredarnya video uforia PC NU yang diduga mendukung salah satu calon di pilwali surabaya. Selain itu, MWC NU se-Surabaya juga mengecam aksi demo ke kantor PC NU Surabaya yang dilakukan kelompok politik, yang mendesak agar segera dilakukan pembekuan kepengurusan PC NU Surabaya.

Hal ini tercermin dalam salah satu poin pernyataan sikap dari 23 MWC NU se-Surabaya, usai melakukan pertemuan di kantor PC NU Surabaya. Selain itu, mereka juga mengecam aksi demo ke kantor PC NU Surabaya yang dilakukan kelompok politik, yang mendesak agar segera dilakukan pembekuan kepengurusan PC NU Surabaya.

23 MWC NU se-Surabaya ini menilai peristiwa pertemuan di salah satu rumah makan di Surabaya pada 4 September yang dilanjutkan aksi demo ke PC NU kota Surabaya, juga pertemuan pada 7 September lalu yang meminta pembekuan PC NU kota Surabaya MWC NU se-Surabaya menilai bahwa hal tersebut adalah gerakan politik yang terkait dengan pilwali dan kepentingan menjelang suksesi NU.

Terkait viralnya video yang diduga uforia PC NU terkait pilwai Surabaya, Muhaimin Ali, tim formatur Masjid Baiturrozaq Citraland yang juga sebagai Ketua MWC NU Lakarsantri, menjelaskan, bahwa video tersebut, adalah penyerahan Masjid Baiturrozaq dari PT Citraland kepada PC NU kota Surabaya. Kebetulan, setelah acara selesai, ada pengumuman rekomendasi cawali Surabaya dari PDIP.

23 MWC NU menegaskan jika ada kader nahdliyyin yang tidak faham, seharusnya mengutamakan cek ricek atau tradisi tabayyun atau klarifikasi. Serta menegaskan kembali, secara kelembagaan tidak ada dukung mendukung dalam salah satu calon wali kota Surabaya karena NU sudah kembali kepada khittah. Karena itu, marwah NU tidak boleh dicederai atau dirusak oleh siapapun. (agung/stv)