Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Proses tahapan pilkada serentak 2020, sudah dilakukan di masa pandemi covid-19. Kekhawatiran sejumlah kalangan, diantaranya, munculnya klaster baru penyebaran covid-19. Terutama saat kampanye paslon dengan mengundang kerumunan massa. Meski tak ada aturan pelarangan, KPU sebagai penyelenggara pemilu bersama Polda Jatim akan membentuk satgas covid diinternal tim kampanye bapaslon.

Mendekati pelaksanaan pilkada serentak 2020 dan dimulainya proses tahapan pilkada ternyata masih menyisakan kekhawatiran berbagai kalangan akan penyebaran covid-19. Salah satunya, muncul klaster baru saat pelaksanaan kegiatan kampanye yang umumnya dilakukan dengan pengumpulan massa.

Tahun ini, rencananya pelaksanaan kampanye akan dimulai sejak 26 September hingga 25 Desember 2020. Meski tak ada aturan yang menegaskan pelarangan terkait kampanye dan pengumpulan massa di tengah pandemi covid-19, sebagai penyelenggara pesta demokrasi, KPU menghimbau para paslon untuk tidak melakukan pengerahan massa termasuk membatasi jumlah pertemuan dengan pendukungnya di setiap kegiatan.

Ketua KPU Jatim, Choirul Anam, mengatakan, KPU sebagai pihak penyelenggara bersama Polda Jatim berencana akan membuat satgas covid-19 diinternal tim kampanye bapaslon, untuk mengantisipasi penyebaran covid-19.

KPU Jatim juga akan menggandeng pihak terkait. Seperti Bawaslu, satgas covid dan TNI – Polri untuk memantau kepatuhan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan, serta menertibkan para pelanggar, terutama saat dalam kegiatan kampanye, serta tahapan pilkada yang berpotensi mengundang kerumunan massa. (irwanda/stv)