Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pemerintah Kota Surabaya, memberikan klarifikasi soal kesalahan input gambar yang dilakukan salah satu guru, saat mengajar sekolah daring di program guruku. Program pembelajaran ini disiarkan secara live oleh salah satu tv lokal dan streaming youtube pada 8 September lalu. Saat itu, lambang negara sila keempat digambarkan kepala banteng, mirip logo salah satu partai politik.

Guru SDN Tembok Dukuh IV, Afita Nurul Aini, yang saat itu mengajar, menyampaikan, permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, yang telah menyaksikan tayangan tersebut. Ia mengaku, telah lalai dan tanpa sengaja memasukkan gambar yang tidak sesuai dengan materi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Supomo, mengatakan, atas nama Dispendik, ia menyampaikan, permohonan maaf. Karena kemarin ada salah satu guru yang mengajar diprogram guruku, ada kesalahan input data atau input gambar. Supomo, menjelaskan, setiap Sabtu Dispendik selalu rutin melakukan evaluasi, pembekalan dan pemeriksaan materi yang akan disampaikan dalam program guruku yang juga menyiarkan secara live pembelajaran daring ini.

Perwakilan TV Swasta, Wawan Andrianto, memastikan, setelah mengetahui adanya kesalahan pada gambar yang dimasukkan pada saat guru mengajar itu, pihaknya langsung mengedit gambar tersebut. Sehingga dia memastikan bahwa di akun resmi tv lokal itu sudah tidak salah karena sudah dilakukan pengeditan.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Dispendik memutuskan untuk menayangkan program tersebut tidak lagi secara live, melainkan taping atau tunda. (stady/stv)