Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Menjelang produksi, PT Industri Kereta Api (INKA) di Banyuwangi terus bergerak menggandeng SMK. Targetnya, SMK bisa memproduksi komponen pendukung untuk kereta api. Bahkan, bisa mensuplai kebutuhan produk hingga 7 persen. Jenis produknya, mulai komponen pelengkap hingga akseroris kereta api. Sehingga, dunia industry bisa tumbuh di Kabupaten Banywuangi.

“Produksi kami di INKA hanya sekitar 40 persen. Sisanya, produk dari rekanan. Harapannya, SMK bisa menjadi suplayer komponen produk ini,’’ kata Dirut Pengambangan PT INKA, Agung Sedaju, di Banyuwangi, Rabu (9/9) siang.
Ia menjelaskan, komponen yang bisa disuplai ke INKA jenisnya cukup banyak. Mulai baut hingga hiasan interior kereta.

Jika suplai bisa dilakukan SMK, ekosistem industri bisa tumbuh. Karena itu, pihaknya mengandeng 8 SMK di Banyuwangi dan Jember untuk mencetak tenaga terampil berstandar. ‘’Syukurlah, jika siswa SMK sudah bisa memproduksi komponen yang kami butuhkan,’’ tegasnya lagi.

Selain suplai produk, pihaknya juga menggandeng SMK menyiapkan tenaga calon karyawan di PT INKA. Tentunya, penerimaan karyawan tetap menggunakan standarisasi. Namun, sejak awal kita berikan pendampingan, pungkasnya. Terkait CSR, PT INKA memberikan sejumlah peralatan ke SMK. Sehingga, mendukung proses pembelajaran standar.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, menyambut baik peluang SMK bisa menjadi suplyer komponen PT INKA. Sebab, bisa menumbuhkan ekosistem industri Banyuwangi. Tentunya, muaranya ekonomi Banyuwangi akan tumbuh. Tidak hanya SMK, industri umum juga akan terkena imbas, pungkas Anas. (wir)