Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Badan Pengawas Pemilu/Bawaslu Jawa Timur/Jatim menemukan sejumlah pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan hampir seluruh bakal calon kepala daerah/Bacakada di 19 kabupaten/ kota di Jatim, saat proses pendaftaran di KPU. Selain memberikan sanksi teguran, Bawaslu Jatim juga akan mengevaluasi semua pihak, agar ancaman klaster covid-19 dalam Pilkada Jatim dihindari.

Temuan pelanggaran protokol pencegahan covid-19 oleh hampir seluruh bacakada di 19 kabupaten/kota di Jatim membuat gerah Bawaslu Jatim. Menanggapi pelanggran ini, Bawaslu Jatim akan segera memberikan teguran keras, kepada para pasangan calon dan penyelenggra Pemilu atau KPU karena dianggap lalai dan abai menerapkan protokol kesehatan.

Kurang waspadanya bacakada dalam menjalankan tahapan, membuat ancaman klaster pilkada makin tinggi,’’ kata Ketua Bawaslu Jatim, Mohammad Amin, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Rabu (9/9) pagi. Ia menyatakan, telah memberikan sosialisasi pencegahan covid-19 terhadap para bacakada sebelum mengikuti tahapan pendaftaran di KPU. Namun, upaya ini tak diindahkan pasangan calon.

Beberapa pelanggaran yang dilakukan pasangan calon diantaranya/ mengerahkan massa banyak saat pendaftaran ke KPUD, tidak menjaga jarak dan mengabaikan protokol kesehatan. Seperti tak memakai masker dan cuci tangan dengan hand sanitizer.
Atas pelanggran ini, Bawaslu Jatim akan mengevaluasi pelaksanaan tahapan pilkada termasuk KPU sebagai penyelenggara pemilu dan kepolisian yang melakukan pengawalan jalannya pilkada.

Bawaslu Jatim juga akan menerapkan sistem daring bagi para bacakada yang terkonfirmasi positif covid-19 saat mengikuti tahapan berikutnya.
Diharapkan, dengan sanksi teguran ini bisa membuat efek jera bagi calon kepala daerah agar tidak melakukan pelanggaran lagi. Terutama pada tahapan kampanye yang akan dimulai 26 September. Pada tahapan kampanye ini, para pasangan calon diharapkan tetap disiplin terhadap ketentuan protokol kesehatan covid-19. (feri/stv)