Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Petugas Badan Narkotika Nasional Jawa Timur/Jatim menggagalkan aksi penyelundupan sabu-sabu dari Surabaya yang hendak dikirim ke Kabupaten Pasuruan. Dalam operasi penangkapan tersebut, petugas menyita barang bukti sabu-sabu seberat 98,26 gram dan mengamankan empat orang pelaku masing-masing berperan sebagai bandar dan kurir sabu-sabu.

Seperti inilah ketegangan yang terjadi saat petugas BNN Jatim, melakukan penangkapan terhadap bandar dan kurir di salah satu toko swalayan kawasan Tegalsari Surabaya. Dalam penangkapan tersebut, petugas berhasil membekuk JM dan ETS yang baru saja mengambil sabu-sabu seberat 98,26 gram dari tangan seorang kurir di Jalan Pandegiling Surabaya.

Dari pengakuan JM dan ETS keduanya hanya disuruh mengambil barang haram tersebut oleh kawan mereka berinisial ACH, dengan upah Rp 100.000 per gramnya. Rencananya, sabu-sabu tersebut akan diserahkan ke seorang bandar berinisial DL untuk diedarkan di Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya.
Perburuan pun tak berhenti sampai disana.

Petugas kembali menangkap bandar yang selama ini memasok sabu-sabu kepada JM dan ETS yaitu DJ di kawasan Jalan Sidoluhur Surabaya sekaligus menangkap SB di kos-kosannya di Pasuruan. SB diketahui sebagai anak buah DJ yang biasa mengantarkan sabu-sabu ke para pemesan, salah satunya kepada JM dan ETS.

Dalam penangkapan tersebut, DJ mengakui bahwa barang bukti sabu seberat 98,26 gram yang diamankan dari tangan JM dan ETS adalah benar miliknya. Barang haram itu didapatkan DJ dari MS, bandar besar yang dikenalnya saat mendekam di balik jeruji besi Lapas Porong Sidoarjo.

Kabid Pemberantasan BNNP Jatim, Kombes Pol Arief Darmawan, mengatakan, keempatnya ditangkap di tempat yang berbeda dan diketahui memiliki peran masing-masing. Selain menjerat para pelaku dengan UU Narkotika, pihaknya juga bakal menjerat pelaku dengan undang-undang tindak pidana pencucian uang, lantaran hasil penjualan barang haram tersebut sudah dirupakan menjadi sejumlah asset, yang totalnya mencapai Rp 5 miliar.

Tak hanya itu, BNN Jatim akan terus mengembangkan lebih lanjut kasus tersebut, seperti mengungkap kurir-kurir lain yang selama ini terlibat. Juga bandar besar yang selama ini menjadi pemasok akan terus dikejar. (farid/stv)