Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Setelah enam bulan lebih, berbagai negara menutup akses penerimaan pekerja migran yang hendak berangkat kerja di negaranya. Hal ini lantaran adanya pandemi covid-19. Meski demikian, akhirnya ada 14 negara membuka kembali layanan penerimaan pekerja migrant, khususnya dari Indonesia. Ke-14 negara tersebut menerima pekerja migran baik dari sektor pekerja formal maupun informal.

Ke-14 negara ini diantaranya, Aljazair, Australia, Hongkong, Korea Selatan, Kuwait, Maladewa, Nigeria, Persatuan Emirat Arab, Polandia, Qatar, Taiwan, Turki, Zambia dan Zimbabwe. Dibukanya kembali akses penerimaan pekerja migran Indonesia ini, berdasarkan surat pemberitahuan dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang ditujukan kepada seluruh Disnaker se-Indonesia per 7 Agustus.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pelayanan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia/UPT P2TKI Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Jimur/Jatim, Budi Raharjo, mengatakan, selama pandemi covid-19 ini sejak Maret lalu, Pemprov Jatim terpaksa menunda pemberangkatan calon pekerja migran asal Jatim.

Karena itu, dalam waktu dekat ini, UPT P2TKI Disnakertrans Jatim akan memberangkatkan 5.360 orang yang sebelumnya gagal berangkat karena adanya bencana kesehatan virus corona. Ribuan calon pekerja migran asal Jatim ini kebanyakan berasal dari daerah Ponorogo, Tulungagung, Blitar, Kabupaten Malang dan Banyuwangi.

Rencana keberangkatan calon pekerja migran Jatim ke-14 negara tujuan, diprioritaskan bagi calon pekerja migran yang kemarin gagal berangkat karena adanya pandemi covid-19. Sementara, untuk calon pekerja migran baru yang ingin berangkat kerja ke luar negeri, diprediksi baru bisa dilakukan pada awal 2021 jika situasi dunia sudah membaik. (agung/stv)