Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) –  Pandemi Covid sepetinya tak menyurutkan niat para pelaku kejahatan narkoba di Banyuwang. Buktinya, hanya dua minggu, jajaran Satnarkoba Polresta Banyuwangi berhasil menggulung 55 pengedar narkona. Dari jumlah ini, 4 diantaranya wanita. Para pelaku merupakan hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2020, digelar mulai 24 Agustus sampai 6 September 2020.

Dari penangkapan ini, polisi mengamankan 55 tersangka. Barang buktinya beragam. Diantaranya, 44 paket sabu total 25,81 gram dan 22.770 butir pil koplo. Khusus sabu, total 9 kasus. “Penangkapan ini merupakan bukti komitmen Polresta Banyuwangi dalam pemberantasan narkoba,” kata Wakapolresta Banyuwangi AKBP Kusumo Wahyu Bintoro kepada wartawan, Selasa (8/9) pagi.

Wakapolresta menjelaskan penyalahgunaan narkoba di Banyuwangi akan terus diberangus. Apalagi, meski pandemi Covid, pelaku tetap menjalankan aksinya. “Kalau kita lihat trennya masih stabil. Ini yang menjadi atensi kami,” tegasnya didampingi Kasat Narkoba Riki Donaire Piliang. Yang menarik, lanjut Wakapolresta, para pelaku cenderung menjadi kurir. Modusnya, sistem ranjau.

Profesinya beragam.. Ada sopir, lalu tukang ojek. Rata-rata para pelaku adalah pemain baru. Modusnya sistem ranjau. Barang bukti narkoba diletakkan di sebuah tempat. Pelaku kemudian mengambilnya. Saat itulah, polisi menggerebeknya.
Selain sabu, diamankan juga pelaku peresaran pol koplo. Jumlahnya lumayan besar. “Pil koplo ini lumayan banyak. Peredarannya di kalangan remaja. Kita terus perangi tanpa ampun,” pungkas Wakapolresta. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku diamankan di Mapolresta Banyuwangi. (wir)