Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Mantan Menteri Pendidikan, Prof Muhammad Nuh, mendesak pemerintah segera merealisasikan program subsidi kuota internet untuk siswa dan mahasiswa. Hal ini, supaya proses pembelajaran melalui daring bagi mereka yang tak mampu membeli kuota internet dapat terus berjalan. Idealnya, setiap siswa dan mahasiswa mendapatkan bantuan kuota internet Rp 300.000 hingga Rp 400.000 per bulan.

Hal ini disampaikan menteri pendidikan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Prof Muhammad Nuh, usai melantik Rektor Unusa Surabaya. Menurut M Nuh, meski terlambat subsidi kuota internet bagi siswa dan mahasiswa yang tidak mampu ini cukup penting. Sebab, ini untuk keberlangsungan pembelajaran daring dimasa pandemi covid-19.

M Nuh, menegaskan, idealnya setiap siswa atau mahasiswa bisa mendapatkan subsidi kuota internet sebesar Rp 300.000 hingga Rp 400.000 per bulan. Selain subsidi kuota internet, M Nuh, juga minta pemerintah memperbaiki infrastruktur digital agar daring bisa diterima dengan baik oleh semua pihak dari per kotaan hingga pelosok pedesaan yang selama ini kesulitan mendapatkan sinyal internet.

M Nuh, menambahkan, agar subsidi kuota internet ini bisa direalisasikan dengan cepat dan tepat sasaran siapa saja yang nantinya mendapatkan subsidi tersebut, pemerintah bisa memanfaatkan data dari program bantuan operasional sekolah, yang selama ini sudah berjalan dengan baik. (agung/stv)