Blitar, (bisnissurabaya.com) – Pasca tewasnya tiga orang korban akibat pesta miras oplosan, sepasang suami istri ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan polisi. Mereka terbukti meracik dan menjual miras oplosan palsu demi meraup keuntungan.
Pasangan suami istri peracik dan penjual miras oplosan palsu tersebut adalah BA dan SU warga Kelurahan Kelampok Kecamatan Sanan Wetan Kota Blitar.

Mereka resmi ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ketahanan Polres Blitar Kota karena perbuatannya menjual miras yang merenggut tiga nyawa pelanggannya.
Dari tangan tersangka, petugas mengamankan beberapa botol miras oplosan, lebel merk dan tutup botol sebagai barang bukti. Di depan petugas BA mengaku meracik miras dari bahan alkohol dicampur dengan air isi ulang serta air mentah. Dari dua liter alcohol, dikemas menjadi 9 liter miras oplosan.

Keahlian meracik miras oplosan tersebut ia dapat dari salah satu temannya yang ada di Kediri. Dari usaha legalnya ini, tersangka mengaku mendapatkan keuntungan ratusan ribu per hari. Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela, membenarkan, dengan diamankannya sepasang pasutri tersebut. Kini mereka menjalani pemeriksaan untuk proses hukum lebih lanjut. Dengan adanya kasus korban miras ini, Polres Blitar akan terus melakukan razia. Sehingga tidak ada lagi korban yang dirugikan oleh penjual miras demi keuntungan. (khoirul/stv)