Blitar, (bisnissurabaya.com) – Pasca terjadinya kecelakaan antara Kereta Api/KA Mataremaja dengan minibus, PT KAI segera menutup perlintasan rel KA di Kelurahan Gedog Kota Blitar. Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari warga sekitar. Warga minta, PT KAI membuat palang pintu, karena jalur tersebut merupakan akses jalan penting bagi warga sekitar.

Inilah puluhan warga Kelurahan Gedog Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, saat menolak wacana penutupan perlintasan rel KA yang dilakukan Daop 7 Madiun. Hal ini, terkait dengan insiden kecelakaan antara KA Mataremaja dengan minibus beberapa hari lalu.

Namun, rencana tersebut kurang berjalan mulus. Warga sekitar menolak wacana tersebut. Yoyok, warga Gedog, mengatakan, untuk menghindari kecelakaan, warga minta manajemen PT KAI membuatkan palang pintu, bukan menutup. Sebab, jalur tersebut merupakan akses jalan penting bagi warga sekitar. Aksi masa ini mendapat pengawalan ketat dari kepolisian setempat.

Menanggapi penolakan warga, Humas DAOP 7 Madiun, Ixfan Hendriwitanto, menegaskan, penutupan akan tetap dilakukan jika pemerintah kota blitar dan provinsi tidak dapat menjamin keselamatan perjalanan KA. Warga mau membubarkan diri, setelah Pemerintah Kota/Pemkot Blitar, menjamin adanya anggaran untuk memasang tujuh palang pintu perlintasan KA pada 2021. (khoirul/stv)