Surabaya (Bisnis Surabaya) – Dua hari yang lalu, Rabu (2/9) Ketua DPP PDIP Bidang Politik, Puan Maharani, mengatakan “Semoga Sumatera Barat mendukung Negara Pancasila”. Pernyataan yang disampaikan pada acara pengarahan kepada calon Gubernur dan Wakil Gubernur tahap ke-5 itupun akhirnya viral.

Padahal, pernyataan itu merupakan pesan khusus untuk membumikan Pancasila kepada pasangan. Sekretaris Jenderal/Sekjen Gema Puan Maharani Nusantara/GPMN, Daddy Palgunadi, mengatakan pernyataan Puan Maharani, dilakukan di depan para calon di internal partai PDIP.

“Jadi, pernyataan tersebut sangat wajar dan benar adanya. Jangan digoreng-goreng. Rakyat sudah cerdas,” kata Sekjen GPMN, Dadi Palgunadi, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Kamis (3/9) kemarin. Puan Maharani yang juga Ketua DPR RI, merupakan cucu dari Proklamator Kemerdekaan RI, Ir Soekarno ditambah lagi ibu Fatmawati berdarah Minang, karena orangtuanya berasal dari Pesisir Selatan Sumatera Barat. Sehingga, merupakan keharusan dan tanggung jawab untuk membumikan Pancasila disana.

“Harus diakui, bahwa hari ini banyak kelompok yang ingin mengganti Pancasila,” jelas Dadi, yang juga aktivis 98 ini. Banyak kasus intoleran yang terjadi di Sumatera Barat. Misalnya, umat Kristiani di Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, yang tidak bisa merayakan Hari Raya Natal karena ada pelarangan.

“Mbak Puan menugaskan paslon kepala daerah untuk membersihkan segala potensi yang mengarah pada intoleransi beragama. Karena Pancasila mengakui Ketuhanan Yang Maha Esa. Semua bebas memeluk dan beribadah sesuai kepercayaan masing-masing” tambah Dadi. (nanang)