Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Saat wabah corona, seluruh  jajaran di kejaksaan  terus  berupaya memberantas tindak pidana korupsi. Baik melalui upaya preventif maupun represif. Bahkan, Bidang Penuntutan Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur/Jatim terus memaksimalkan penyidikan maupun penuntutan bagi koruptor di Jatim.

Upaya pemberantasan korupsi di Jatim di masa pandemi covid-19 ini, terus dilakukan oleh seluruh jajaran kejaksaan se-Jatim. Upaya preventif atau sosialisasi maupun upaya represif seperti penyidikan, penuntutan maupun eksekusi atau penahanan pelaku korupsi terus dilakukan oleh para jaksa.

Kasi Penuntutan Pidsus Kejati Jatim, Endang Tirtana, mengatakan, upaya penindakan korupsi dilakukan dengan tiga cara. Diantaranya, follow the suspect atau mengikuti tersangka, follow the money atau mengikuti bukti uang korupsi dan follow the asset atau mengikuti aset hasil korupsi. Dengan begitu, penanganan tindak pidana korupsi tidak hanya mempidanakan pelaku korupsi, namun, yang paling terpenting adalah mengembalikan keuangan negara.

Karena itu, disaat pandemi ini, Bidang Penuntutan Pidsus Kejati Jatim menargetkan dapat memaksimalkan penyidikan dan penuntutan hukuman berat bagi para pelaku korupsi. Apalagi selama satu semester ini, mulai dari awal 2020 sampai pertengahan tahun ini, sudah ada 33 kasus korupsi di Jatim yang ditangani kejaksaan.

Berbagai faktor pemicu yang melatarbelakangi adanya praktek tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintahan, diantaranya, karena faktor memperkaya diri sendiri, faktor memperkaya suatu korporasi, maupun adanya kesempatan dalam penyalahgunaan jabatan. (agung/stv)