Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pemberian bantuan langsung tunai sebesar Rp 600.000 yang diberikan empat kali untuk pekerja dengan gaji dibawah Rp 5 juta menuai pro dan kontra. Banyak kalangan yang mengapresiasi, Namun, banyak pula yang menyayangkan hal tersebut lantaran syarat penerima harus terdaftar sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan lewat perusahaannya masing-masing. Pencairan pemberian bantuan langsung tunai dari pemerintah pusat untuk pekerja dengan upah dibawah Rp 5 juta sudah dilaksanakan mulai sepekan lalu dan kini masih dalam proses pencairan. Banyak kalangan yang mengapresiasi program bantuan ini/ sebagai cara untuk membantu pekerja sebagai dampak adanya pandemi covid-19 menjadikan daya beli masyarakat menurun.

Bahkan, tak sedikit perusahaan yang terpaksa memangkas sementara nominal gaji karyawan selama pandemi ini, mengakibatkan berdampaknya kesejahteraan para pekerja di tengah wabah virus corona. Karena itu, dengan adanya BLT Rp 600.000 yang diberikan sebanyak empat kali ini sangat membantu para pekerja.

Pengamat Ekonomi dari Surabaya, Jamhadi, mengatakan, program bantuan ketenagakerjaan ini sangat bernilai positif lantaran dapat meningkatkan perekonomian warga. Namun, program ini rawan terjadi kesenjangan sosial antar pekerja. Sebab, syarat penerima bantuan ini harus terdaftar sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan aktif lewat perusahaannya masing-masing.

Padahal, masih banyak pekerja dibawah upah Rp 5 juta yang berhak mendapatkan. Namun, belum diikutsertakan perusahaannya dalam BPJS Ketenagakerjaan karena adanya kendala. Maupun, sudah diikutkan dalam program asuransi lainnya selain dari BPJS Ketenagakerjaan.

Karena itu, Jamhadi, berharap kepada pemerintah supaya yang mendapatkan BLT pekerja tidak hanya yang terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan saja. Melainkan, semua pekerja yang memenuhi syarat mendapatkannya. Sehingga kesejahteraan para pekerja disaat pandemi ini tetap terjaga. (agung/stv)