Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Insiden pengusiran dan tidak diperbolehkan masuk, oleh oknum keamanan ke dalam Taman Remaja Surabaya/TRS dialami anggota DPRD kota Surabaya. Ironisnya, kedatangan anggota legislatif ke tempat tersebut, sebenarnya ingin memastikan kondisi TRS yang pernah menjadi tempat populer dan saat ini dibongkar untuk direvitaliasi oleh Pemkot Surabaya.

Inilah saat dimana Mahfudz, Sekretaris Komisi B bidang perekonomian, DPRD kota Surabaya/ saat mendapat perlakuan kurang baik dari petugas keamanan Taman Remaja Surabaya, saat meninjau kondisi TRS yang saat ini sedang dibongkar, pasca peralihan status pengelolaan dari tangan swasta ke pemkot surabaya. politisi PKB ini, dilarang masuk oleh salah satu oknum keamanan yang diduga preman dari pihak pengelola TRS dan hanya bisa melihat kondisi tempat tersebut dari luar pagar.

Padahal, sebelumnya dirinya meminta izin kepada petugas jaga, untuk melihat langsung kondisi trs yang rencananya akan kembali dihidupkan oleh Pemkot Surabaya, sebagai pusat kesenian dan hiburan untuk warga surabaya. Sebagai legislator yang duduk di komisi B bidang perekonomian, menurutnya perlu untuk tahu kondisi kawasan legendaris ini, untuk nantinya bisa kembali dihidupkan dan bisa menyumbang PAD Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya. Namun, justru niatnya terkendala oleh petugas. Mahfudz, sangat menyayangkan tindakan tersebut, karena menurutnya pemkot surabaya seharusnya menempatkan petugasnya untuk mengawasi, bukan preman yang berjaga.

Sebagai evaluasi untuk menghindari kejadian yang tak mengenakkan seperti yang dialaminya, pihaknya meminta pemkot untuk memberikan petugas penjaga, baik dari Linmas maupun Satpol PP, mengingat kawasan tersebut saat ini sudah menjadi tanggung jawab pemkot. (stady/stv)