Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Guna meningkatkan daya saing untuk memenuhi tuntutan masyarakat terhadap produk halal, Pusat Kajian Halal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PKH ITS) memberikan QR Code Halal ITS dan logo binaan bagi 32 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). UMKM tersebut adalah yang telah lulus Workshop Kader Penggerak Halal yang berlangsung sejak April lalu.

Wakil Ketua PKH ITS Nur Aini Rakhmawati SKom MScEng PhD mengungkapkan, QR code ini dapat mengantarkan menuju website binaan PKH ITS apabila dipindai dengan ponsel. Ia menilai, pemberian QR Code lebih efektif daripada pemberian tautan secara langsung.
Menurut dosen Departemen Sistem Informasi ITS ini, QR Code yang diberikan pada tiap UMKM bersifat unik. “Dengan melakukan pemindaian QR Code, masyarakat bisa tahu bahwa UMKM ini memang binaan PKH ITS,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala PKH ITS Setiyo Gunawan ST PhD berharap, pemberian QR Code ini dapat lebih meningkatkan daya saing UMKM. Hal ini tentunya diharapkan berdampak pula pada meningkatnya pendapatan UMKM binaan. “Pemberian QR Code juga menjadi tanda bahwa UMKM telah memahami semua yang menjadi syarat-syarat penyelia dan auditor halal,” jelasnya.

Sebab, menurut Setiyo, pemberian QR Code ini merupakan tahap akhir dari serangkaian Workshop Kader Penggerak Halal yang ditujukan bagi para UMKM tersebut. Ia memaparkan, kegiatan yang diusung PKH ITS ini bertujuan untuk membekali UMKM tentang pengetahuan terkait penyelia dan auditor halal. Mulai dari pengenalan dasar halal-haram sampai dasar keuangan syariah.

Setiyo mengemukakan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan adalah 250 peserta. Namun yang berhasil lulus hanya sebanyak 32 orang. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa PKH ITS tidak main-main dalam menilai dan memvalidasi pemahaman peserta Kader Penggerak Halal. UMKM yang dinyatakan lulus adalah yang mendapat nilai di atas 70 pada 15 kuis selama workshop berlangsung.

Dosen Departemen Teknik Kimia ITS ini menambahkan, ada lima orang di ITS yang memiliki sertifikasi sebagai penyelia dan auditor halal dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Namun menurutnya, jumlah ini sangat sedikit dibandingkan jumlah UMKM binaan PKH ITS. “Diharapkan setelah workshop, semakin banyak sumber daya manusia untuk membantu membina UMKM,” tuturnya.

Setiyo berharap, dengan pemberian QR Code serta logo halal ini mampu meningkatkan daya saing dan penjualan UMKM. Karena ini merupakan salah satu upaya memperkuat ekonomi umat dari serangan produk luar yang tidak jelas status halalnya. Ke depan diharapkan, lewat workshop ini semakin banyak masyarakat muslim yang sadar akan wajibnya mengkonsumsi produk yang halal. (bw)