Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Pemilihan Bupati (Pilbup) Banyuwangi menjadi salah satu atensi Polresta Banyuwangi. Gawe besar tersebut rawan terjadi gesekan. Berpotensi menganggu keamanan. Mengantisipasinya, Polresta Banyuwangi mengajak para elit parpol menggelar deklarasi damai di Mapolresta, Jumat (28/8) pagi. Menariknya, kegiatan ini diisi dengan berolahraga santai.

Selain elit parpol, deklarasi diikuti penyelenggara pilbup. Seperti, KPUD, Bawaslu dan jajaran Muspida Banyuwangi. Deklarasi diawali senam bersama. Lalu, pernyataan Pilkada Aman, Damai dan Sejuk. Seluruhnya membubuhkan tanda tangan di papan besar. Isinya, sepakat menjaga suasana sejuk dan damai selama ajang Pilbup, 9 Desember mendatang. “ Kita kemas dengan olahraga bersama. Agar badan sehat, menjaga imunitas. Lalu, kita deklarasi untuk menjaga suasana kondusif selama Pilkada,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman
Asmara Syarifudin.

Kapolresta menambahkan, di tengah pandemi, seluruh komponen harus saling bergandengan. Tak terkecuali tahapan Pilbup. “Pandemi kita butuh sinergi dengan gotong royong. Sehingga, nanti bisa menggelar Pilkada damai, aman dan sejuk,” lanjutnya. Ketua KPUD Banyuwangi Dwi Anggraini, mendukung kegiatan deklarasi damai ini.

Apalagi, pihaknya akan memulai tahapan pendaftaran pasangan cabup/cawabup, 4-6 September mendatang. “Ini tiket awal yang bagus untuk pimpinan parpol agar tetap menjaga komitmennya pada deklarasi damai ini. Jadi, apapun tahapannya, mulai awal hingga akhir penetapan, tetap menjaga kedamaian,” tegasnya. Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berharap Pilkada menjadi festival demokrasi. Sehingga, bisa menyenangkan rakyat. “Dari festival demokrasi akan tumbuh ide-ide, gagasan yang segar dalam rangka mengatasi Banyuwangi pasca Covid-19,” ujarnya. (wir)