Bojonegoro, (bisnissurabaya.com) – Cuaca ekstrim yang terjadi sejak sepekan terakhir, mengakibatkan puluhan hektar tanaman tembakau berusia satu bulan di Kabupaten Bojonegoro mati mendadak. Petani dipastikan gagal panen hingga rugi jutaan rupiah. Sebab, terlanjur banyak mengeluarkan beaya saat proses perawatan. Mulai masa pembibitan, penanaman hingga pemupukan.

Kondisi tersebut, dirasakan petani di Desa Brangkal Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro. Cuaca ektrim, kadang panas dan mendadak hujan dalam sepekan terakhir membuat lebih dari 60 hektar tembakau yang dibudidayakan petani tiba-tiba rusak dan mati.

Kondisi ini membuat petani, dipastikan gagal panen. Sebab, daun dan batang tanaman yang telah layu dan mengering tak lagi dapat diselamatkan. Salah satu petani, Sujono, menuturkan kondisi cuaca yang tak menentu musim ini membuat petani meradang. Tembakau yang dibudidayakan dengan kerja keras sejak satu bulan lalu kini dipastikan gagal panen.

Akibat musibah ini, petani pun menderita kerugian yang sangat besar. Tiap hektarnya, kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah. Sebab, mereka terlanjur mengeluarkan banyak modal dan beaya. Terutama pada saat proses perawatan. Mulai dari pembibitan, penanaman hingga pemupukan.

Atas kondisi ini, petani hanya dapat pasrah. Mereka berharap, ada bantuan dari pemerintah. Terutama bantuan modal untuk persiapan cocok tanam di musim selanjutnya. (mulyanto/stv)