Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Kasus penyebaran Covid-19 di Pondok Pesantren (Ponpes) Blokagung, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi yang terus bertambah, membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI turun tangan.

Tambahan medis diterjunkan ke Banyuwangi. Kawasan ponpes juga diterapkan karantina lokal alias ditutup seluruhnya. Penerapan karantina lokal ini ditegaskan Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Kemenkes, M Budi Hidayat usai rapat koordinasi bersama Muspida Banyuwangi, Jumat (28/8) sore. Menurut Budi, tim dari Kemenkes melibatkan para dokter berpengalaman. Salah satunya, dokter yang menangani kasus Covid di Wisma Atlet, Jakarta. “Covid ini masalah kita bersama. Jadi harus ditangani cepat.

Kita akan terapkan karantina lokal,” kata Budi. Nantinya, lanjut Budi, akan ada tim tambahan untuk menangani cluster Covid di ponpes ini. Seluruh santri, lata dia, akan di SWAB total. Lalu, dikarantina selama 14 hari. Jika hasilnya negatif, para santri akan dipulangkan. Penangangan ini, menurutnya, dilakukan dengan komprehensif. Tim medis yang diturunkan juga lengkap. Mulai dokter, epidemologi, sanitair, ahli gizi hingga psikolog. Tim ini akan melengkapi rumah sakit mini yang dibangun di dekat Ponpes Blokagung. “Kita bentuk tim, setiap tim 20 tenaga medis.

Mereka akan melakukan swab massal santri,” jelasnya. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, dr Widji Lestariono, menjelaskan, total kasus Covid di Banyuwangi hingga Jumat (28/8) sore, mencapai 341. Dari jumlah ini, 199 kasus dari Ponpes Blokagung. “Kami mendapat bantuan medis dari Tim Kemenkes dan Propinsi. Mereka akan siaga selama 14 hari di ponpes,” jelasnya. Selama ini, lanjut Rio, tim medis didatangkan dari Puskesmas di Banyuwangi secara bergiliran.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin menegaskan pihaknya siap menerjunkan personel pengamanan tambahan jika dibutuhkan Gugus Tugas Covid di sekitar Ponpes Blokagung. “Kalau sekarang masih sekitar 35 orang per hari, gabungan TNI/Polri. Jika memang ada permintaan penambahan, kami siap,” tegasnya. (wir)