Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kawasan wisata alam Bromo – Tengger – Semeru  mulai dibuka. Pembukaan kembali kawasan wisata ini setelah melalui diskusi virtual dengan pemerintah pusat, hingga ada rekomendasi dan kesepakatan empat kepala daerah Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, Lumajang dan Kabupaten Pasuruan serta  Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN-BTS).

Gubernur Jawa Timur/ Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, dalam pembukaan kembali wisata di TN-BTS ini sementara hanya untuk kawasan Gunung Bromo. Sedangkan, untuk Gunung Semeru masih belum dibuka.

“Wisata Gunung Bromo dibuka mulai hari ini. Pada prinsipnya reaktivasi kembali kawasan wisata alam Gunung Bromo ini berdasarkan rekomendasi empat kepala daerah serta Balai Besar TNBTS yang sepakat membuka kembali destinasi pariwisatanya dengan mempertimbangan penerapan protokol kesehatan yang ketat,’’ Gubernur Khofifah, Jumat (28/8), di Grahadi.

Jika salah satu bupati tidak setuju, kata dia, maka tidak bisa dilaksanakan. Karena itu, tanggung jawab menjaga kapasitas wisatawan serta protokol kesehatan harus dimonitor semua pihak termasuk empat pemkab maupun TN- BTS.

Reaktivitasi wisata alam Gunung Bromo ini dilakukan bertahap dengan menerapkan sistem kuota pada wisatawan yang berkunjung. Kontrol kuota jumlah wisatawan ini dilakukan melalui sistem pembelian tiket wisata secara online.

Tiket online bisa diperoleh pengunjung dengan memesan disitus bookingbromo.bromotenggersemeru.org. Hanya wisatawan yang sudah melakukan booking online dan mendapatkan tiket yang bisa berkunjung ke kawasan wisata Gunung Bromo.

“Saya beberapa hari ini juga sudah berkoordinasi dengan tokoh tetua Suku Tengger bahwa akan ada check poin di titik-titik masuk kawasan Gunung Bromo. Misalnya, di Ngadisari kalau via Probolinggo, akan ada tim yang mengecek wisatawan. Misalnya, akan menginap dimana, di home stay atau hotel mana. Lalu akan ada tim yang monitor agar semua terjaga dengan baik,” tambah Khofifah.

Menurut dia, reaktivasi wisata alam Gunung Bromo ini menerapkan sejumlah SOP kunjungan wisata yang telah bersama-sama disusun oleh Balai Besar TN-BTS dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru/AKB.

Selain booking online, wisatawan yang ingin menikmati wisata alam TN-BTS juga dibatasi usia. Yaitu, lebih dari 14 tahun dan maksimal 60 tahun. Selama ada di kawasan wisata, wisatawan juga diwajibkan menggunakan perangkat protokol kesehatan seperti masker, diwajibkan menggunakan sarung tangan selama berada di kawasan wisata, dicek suhu badannya, dan diwajibkan menjaga jarak serta tidak berkerumun.

Serta juga diterapkan pembatasan kuota wisatawan di setiap site yang diizinkan untuk direaktivasi. Seperti site bukit cinta hanya 28 orang per hari, site Penanjakan hanya 178 orang per hari, site bukit Kedaluh hanya 86 orang per hari, site Savana Teletubies hanya 347 orang per hari, dan site Mentigen hanya 100 orang per hari.

Sedangkan untuk kawah Bromo masih dilarang untuk dikunjungi. Hal tersebut berdasarkan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) PGA Cemoro Lawang. Dalam rekomendasi itu dituliskan bahwa dilarang mengunjungi Kawah Bromo dengan batas radius aman 1 kilometer dari kawah Bromo.

Demi penerapan protokol kesehatan di kawasan Wisata Gunung Bromo, Gubernur Khofifah telah mengedrop ribuan masker bagi pengelola wisata, masyarakat suku Tengger, dan juga masyarakat yang mengelola wisata di kawasan Bromo. Selain masker, yang dititipkan juga adalah vitamin dan hand sanitizers. Khofifah ingin bahwa protokol kesehatan tetap ketat diberlakukan dalam reaktivasi kawasan wisata Bromo.

“Kami pesan kalau misal jumlah masker di sana sudah mulai menipis maka segera kontak Satgas Covid-19 agar langsung kita kirimkan,” tegas Khofifah. Dengan reaktivtasi bertahap, bertingkat dan berlanjut untuk sektor pariwisata khususnya Gunung Bromo ini, perekonomian Jatim, diharapkan bisa secara bertahap  terdongkrak. (bw)