Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Inovasi yang digulirkan Kabupaten Banyuwangi selalu up date. Terbaru, Banyuwangi mempercanggih layanan administrasi kependudukan dan catatan sipil (admindukcapil). Akta lahir bisa dicetak dari desa. Inovasi ini untuk mempermudah bagi warga terpencil.

Selain admindukcapil, ada 13 layanan yang bisa diproses di tingkat desa. Diantaranya, akta kematian, kartu keluarga (KK) hingga izin pindah masuk atau datang. Seluruh dokumen ini bisa selesai dari tingkat desa. Sebelumnya, masyarakat harus ke Mal Pelayanan Publik atau ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. “Banyuwangi ini sangat luas.

Banyak yang tinggal di desa yang jauh dari kota. Karena itu, kami berikan inovasi yang memudahkan warga desa. Adminduk bisa selesai di tingkat desa,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Banyuwangi Juang Pribadi usai sosialisasi inovasi Disdukcapil New Branding Adminduk Kabupaten Banyuwangi, Kamis (27/8) pagi.

Adminduk baru ini, kata Juang, berbasis desa. Sehingga, masyarakat tak perlu repot ke kota mengurus adminduk. Dari 13 adminduk, baru 2 yang belum bisa diselesaikan di tingkat desa. Yakni, Kartu Indentitas Anak (KIA) dan KTP. “Dua layanan ini masih harus ke Mal Pelayanan Publik atau Pasar Pelayanan Publik. Karena, harus cetak blanko.

Di desa belum bisa,” kata Juang. Saat ini, mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) baru tersedia di Mal Pelayanan Publik. Banyuwangi baru memiliki tiga mesin ADM. Dua dari APBD Kabupaten, sisanya dari Provinsi Jatim. Rencananya, Pemkab Banyuwnagi akan menambah dua ADM lagi. Nantinya, ditempatkan di kecamatan yang padat penduduk.

Selain mempermudah layanan adminduk di desa, lanjut Juang, pihaknya bekerjasama dengan jasa pos untuk pengiriman dokumen adminduk. “Jadi, masyarakat hanya tinggal di rumah. Dokumen kita kirim pakai jasa pos,” lanjutnya. Selain mempermudah layanan, inovasi ini cocok dengan situasi masa pandemi Covid.

Sehingga, membatasi tatap muka antara warga dan petugas. Selama ini, seluruh adminduk terpusat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Layanan adminduk juga dipermudah menggunakan media email dan percakapan Whatsapp. Prosesnya, pemohon menghubungi nomor Whatsapp Dispenduk, lalu mengirimkan data. Selanjutnya, dokumen yang jadi dikirimkan ke email pemohon. Bagi warga desa yang belum memiliki email, akan difasilitasi pemerintah desa. (wir)