Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Meski terdampak wabah covid-19, seorang pelukis beraliran teknik lukis pointilisme, tetap semangat memamerkan karyanya di tengah pandemi. Sebanyak 24 lukisan pointilisme di pamerkan dalam pameran tunggal, yang diadakan di Pusat Perbelanjaan Modern di Kabupaten Gresik.

Inilah Rijaman, seorang pelukis yang tetap semangat menekuni seni lukis selama 30 tahun dan tetap memamerkan karyanya pada pameran tunggal di Kabupaten Gresik.

Meski terlihat lengang akibat dampak dari wabah covid-19, pelukis beraliran seni lukis pointilisme ini tetap terus berkarya dengan memamerkan 24 lukisannya, yang dipajang di salah satu Pusat Perbelanjaan Modern, di Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Berbekal teknik lukis pointilisme yang terbilang unik, pria asal Surabaya ini menjelaskan dengan luwes, kepada pengunjung keunikan dari karyanya yang jarang ditemui.

Bersama seorang pengunjung, kakek 63 tahun ini menjelaskan, keunikan melukis dengan teknik ini. Yakni, apabila dilihat dari jarak yang agak jauh lukisan ini sama seperti pada umumnya. Namun, apabila dilihat dari jarak dekat maka akan terlihat titik-titik atau point kasar yang membuat lukisan ini menjadi buram.

Rijaman, mengatakan, untuk membuat satu lukisan memerlukan waktu yang cukup lama, tergantung tingkat kesulitannya. Bisa satu minggu, bahkan 1 bulan baru tercipta sebuah karya lukisan teknik pointilisme.

Salah seorang pengunjung pameran, M Khoiron, asal Kabupaten Gresik telihat serius mengamati teknik melukis dari pelukis Rijaman. Ia mengatakan, bahwa dirinya baru pertama kali melihat teknik melukis seperti ini.

Meski enggan menyebutkan harga saat ditanya nilai dari lukisannya, pelukis yang sudah menggelar pameran tunggal ke-19 kalinya ini mengatakan bahwa, karyanya yang ada di pameran ini bisa didapatkan dengan harga mulai Rp 5 juta. Rencananya, pameran tunggal di tengah pandemi ini akan digelar hingga 1 Oktober mendatang.
(bashoir/stv)