Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Apes dialami Ev (32), seorang pekerja seks komersial (PSK) di Ketapang, Banyuwangi. Gara-gara tergiur rayuan pelanggan, dia harus kehilangan ponselnya. Apesnya lagi, korban juga belum dibayar. Pelaku kabur setelah mengencani korban.

Kisah pilu ini bermula ketika korban berkenalan dengan pelaku, Bima Arifi (24), asal Lingkungan Ujung, Banyuwangi, Juli 2020. Pelaku menghubungi korban, berpura-pura mengajak kencan. Setelah sepakat harga, korban menemui pelaku di sebuah hotel dekat Pelabuhan Ketapang. Tanpa curiga, korban langsung menuruti permintaan pelaku. Usai kencan, korban ke kamar mandi. Saat itulah, pelaku beraksi. Pelaku kabur, menggasak ponsel korban. Merasa tertipu, korban melaporkan kejadian itu ke Polresta Banyuwangi.

“Berbekal laporan korban, kita melakukan penyelidikan. Lalu, ketemu identitas pelaku,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin, Rabu (26/8) siang. Polisi membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk meringkus pelaku. Setelah cukup bukti, pelaku dibekuk tanpa perlawanan di rumahnya. Kepada polisi, pelaku berdalih nekad menggasak ponsel pelaku lantaran kepepet biaya hidup. Dalam aksinya, pelaku bersama satu temannya.

“Satu pelaku masih buron. Sudah ditetapkan DPO,” lanjut Kapolresta. Dari kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, sebuah ponsel milik korban. Ponsel tersebut dijual pelaku seharga Rp 600.000. Uang hasil penjualan HP dihabiskan untuk berfoya-foya. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku ditahan di Mapolresta Banyuwangi. Penyidik menjeratnya dengan pasal 362 KUHP. Ancamannya maksimal 7 tahun penjara. (wir)