Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Petualangan Mulyono (40), berpura-pura menjadi pedagang motor online terbongkar. Pria asal Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi ini dibekuk tum buser Polresta Banyuwangi setelah memperdaya belasan korban. Tak tanggung-tanggung, pelaku menggasak sedikitnya 14 motor.

Dalam aksinya, pelaku menyaru sebagai pembeli motor yang ditawarkan
secara online. Aksi pelaku terbilang licin. Dia menjalankan aksinya mulai Januari 2020. Dalam kurun waktu 8 bulan, sudah beraksi di 14 TKP. Seluruhnya di wilayah Banyuwangi.

“Jadi modusnya, pelaku berburu motor yang ditawarkan di jual beli online. Lalu, menghubungi korban,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin, Rabu (26/8) siang. Usai menghubungi korban, pelaku mengajak ketemuan. Berdalih ingin melihat kondisi motor yang ditawarkan.

Layaknya makelar, pelaku seluruh bagian motor. Selanjutnya, meminta STNK hingga BPKB motor. Pelaku juga mencoba motor di jalanan. Nahas, korban tak curiga sedikitpun. Pelaku kemudian kabur, membawa motor dan surat-suratnya.

“Pelaku juga cerdik, usai beraksi, dia tiarap dulu. Baru beraksi lagi dua minggu kemudian,” lanjut Kapolresta. Motor hasil curian dijaul dengan harga bervariasi. Rata-rata mengikuti harga pasar. Sebab, tak terlihat barang hasil kejahatan.

Kondisinya utuh, berikut surat-suratnya. Terakhir, pelaku menggasak motor milik Supomo (38), warga Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi. Sebuah motor Honda Verza yang ditawarkan korban berhasil digasak. Modusnya sama. Menyaru sebagai pembeli. Motor ini berhasil dijual seharga Rp 17 juta. Harga normal sesuai pasaran.

Motor hasil curian dijual di wilayah Banyuwangi. Uang hasil kejahatan dihabiskan pelaku untuk berfoya-foya. Kasus ini terbongkar berkat kerja keras polisi. Berawal dari laporan korban, polisi berhasil mengendus pelaku. “Pelaku kita bekuk tanpa perlawanan di rumahnya,” pungkas Kapolresta. Pelaku dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan. (wir)