Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Jasa penyeberangan Ketapang, Banyuwangi ke Gilimanuk, Bali diprediksi akan kembali bergeliat. Prediksi ini muncul setelah adanya imbauan pembebasan rapid test bagi penumpang kapal. Imbauan dikeluarkan Dinas Perhubungan Jatim sejak 24 Agustus. General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang – Gilimanuk, Fahmi Alweni, membenarkan jika penumpang kapal di penyeberangan tidak lagi diwajibkan mengantongi rapid test. “Secara tertulis, kami belum menerima imbauan tertulis dari Dishub Jatim.

Tapi, kami sudah koordinasi dengan Kadishub Jatim. Memang benar, penumpang kapal tak wajib mengantongi rapid test,” kata Fahmi, Selasa (25/8) siang. Terkait imbauan itu, lanjut Fahmi, pihaknya hanya sebagai operator pelabuhan. Bertugas menyiapkan tiket, armada kapal dan layanan penyeberangan. Terkait rapid test, selama ini ditangani petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Meski begitu, pihaknya memyambut gembira pembebasan rapid test bagi penumpang kapal. “Kami optimis, penumpang kapal ke Bali atau sebaliknya akan normal lagi. Selama ini, penumpang sepi karena terganjal aturan rapid test.

Fahmi menambahkan, sejak pandemi Covid, aktivitas penumpang dari Jawa ke Bali dan sebaliknya anjlok hingga 98 persen. Dampaknya, pelabuhan yang menghubungkan Jawa – Bali ini sangat sepi. Cenderung lengang. Hanya didominasi angkutan barang. Harapannya, pembebasan rapid test bisa mengembalikan kondisi pelabuhan. Sebelum pandemi, imbuh Fahmi, penumpang mencapai 1500 orang per hari, roda dua 1000 unit dan roda empat 1500 unit. Begitu pandemi, kondisi berubah. Bahkan, trip pelayaran kapal dikurangi. “ Menjelang new normal, trip pelayaran sudah kembali normal. Meski penumpang belum stabil,” tegasnya. (wir)