Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Ribuan sopir truk angkutan barang dan kontainer berduyun-duyun sejak pagi menuju kantor organisasi angkutan darat, Organda Tanjung Perak Surabaya. Mereka adalah sopir dengan undangan kehadiran dan data dirinya telah terverifikasi di dinas perhubungan jawa timur. Para sopir ini rela antre berjam-jam hingga mengular untuk sekedar mengambil hak masa pandemi covid-19, sebesar Rp 400.000 per orang.

Para sopir yang datang pada senin pagi, sengaja menanti giliran untuk mendapatkan bantuan langsung tunai/BLT dampak pandemi. Hanya saja, dari sekitar 8 ribu sopir truk yang tercatat di Organda Tanjung Perak, tidak semuanya mendapat bantuan tunai berupa uang cash.

Sementara itu, Ketua DPC Organda Tanjung Perak, Kody Lamahayu, tak menampik, jika ribuan sopir truk yang tergabung dalam perusahaan naungan asosiasi ini menerima BLT. Para sopir penerima santunan masa pandemi ini jumlahnya tak kurang dari 2.753 orang, dari sekitar 4.500 an sopir yang telah diajukan sebagai penerima manfaat. Menurut Kody, bantuan untuk sopir truk ini sangat tepat diberikan di tengah perekonomian yang terdampak pandemi covid-19. Apalagi, kondisi perusahaan di keanggotaan Organda Tanjung Perak, belakangan mengalami penurunan load factor dibanding kondisi normal sebelum pandemi.

Pada saat bersamaan, Kasi Pengendalian Operasional UPT Lengelolaan Sarana Perhubungan Surabaya Dinas Perhubungan Jatim, M Chisj Qiel, mengatakan, bantuan dari pemprov jatim ini berasal dari dana jaring pengaman sosial/JPS Jatim yang diperuntukan bagi sopir truk angkutan barang yang tergabung di organda tanjung peraka. Sementara, bantuan langsung tunai tersebut diharapkan dapat membantu dan mengurangi beban kebutuhan ekonomi sopir truk di masa pandemi. (farid/stv)