Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Rumah Sakit Darurat Kogabwilhan II, mengungkap treatmentnya selama ini dalam hal merawat dan mengurus pasien covid-19 yang dirawatnya. Para pasien covid-19 yang dirawat disana tak diberikan antibiotik atau pun anti virus. Melainkan hanya diberikan asupan nutrisi sekaligus membantu pasien untuk meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh, sehingga tercipta anti body. Tak heran, beaya perawatan per pasien pun terbilang murah, berkisar ratusan ribu rupiah per pasiennya.

Angka kesembuhan pasien covid-19 per hari ini di RS Lapangan Kogabwilhan II mencapai 1.256 pasien. Hal ini dianggap angka kesembuhan yang bagus karena tak ada pasien yang meninggal di rumah sakit tersebut.

Medical Consultant RS Lapangan Kogabwilhan II, dr Erwin Astha, mengungkap, treatment khusus yang diberikan kepada para pasien covid-19 yang dirawat di RS Lapangan Kogabwilhan II. Yaitu, hanya fokus memberikan nutrisi cukup dan membantu para pasien untuk meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh pasien.

Bahkan, pasien yang dirawat tidak memerlukan antibiotik atau pun antivirus. Pihak RS Lapangan hanya memberikan nutrisi dan hiburan-hiburan untuk menunjang imunitas dan anti body pasien menguat. Beaya perawatan per pasien hanya berkisar Rp 150.000 itu pun hanya untuk beaya makan per pasien sehari tiga kali. Beaya lainnya, yaitu untuk listrik dan peralatan, penunjang hiburan pasien agar tak jenuh selama menjalani masa isolasi.

Sementara itu, Penanggung Jawab RS Lapangan Kogabwilhan Dua, Laksamana Pertama TNI dr Nalendra Djaya Iswara, mengatakan, pihaknya memilih tidak memberikan treatment kepada para pasien berupa anti biotik atau anti virus karena dianggap terlalu mahal. Kita setuju dengan treatment fokus peningkatan nutrisi dan imunitas para pasien karena lebih murah dan cenderung mendapatkan hasil maksimal.

Dokter Nalendra, menambahkan, treatment khusus yang sampai saat ini pihaknya gunakan terbukti menunjukkan hasil memuaskan. Pasien yang sembuh per hari ini mencapai 1.256 orang, tanpa ada satupun pasien yang meninggal. (farid/stv)