Khawatir Dampak Lingkungan, Mahasiswa Protes Perluasan Wisata Ijen

14

Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Rencana perluasan Taman Wisata Alam/TWA Ijen Merapi Ungub-Ungub, Banyuwangi mulai menuai protes. Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Ijen (API) menentang rencana tersebut. Penolakan diluapkan dengan menggelar aksi di depan Kantor Pemkab Banyuwangi, Senin (24/8) siang.

Selama aksi, massa membentangkan dua spanduk besar. Isinya, “Selamatkan Ijen”.  Dalam orasinya, massa mendesak Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, menolak perubahan status cagar alam Ijen menjadi TWA. “Kami merasa perlu membela Ijen. Sangat disayangkan, cagar alam Ijen berubah menjadi TWA. Dan, ada rencana perluasan TWA Ijen,” kata Koordinator API, Adnan.

Menurut Adnan, perubahan status ini akan berdampak pada kehidupan masyarakat di sekitar Ijen. Sebab, perubahan status ini menjadi pintu masuknya investor. Pihaknya khawatir, masuknya investor akan berdampak sosial dan lingkungan bagi masyarakat sekitar Ijen. Parahnya lagi, kata Adnan, keluarnya SK 318/2020 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkiat status Ijen, tidak didahului dialog dengan masyarakat sekitar.

Ujug-ujug keluar SK. Karena itu, Bupati Banyuwangi harus berani menolak SK tersebut,” desaknya. Dengan turunnya SK ini, lanjutnya, luas TWA Ijen bertambah menjadi 305,12 hektar. Padahal, sebelumnya berstatus cagar alam. “Ini sangat miris. Cagara alam untuk  hutan lindung abadi, beruabah menjadi TWA. Ada apa,” tudingnya.

Adnan memastikan, pihaknya akan terus mengawal proses penolakan SK Kementerian tersebut. “Kami tak ingin kecolongan soal Ijen,” tegasnya. Karena itu, pihaknya mendesak Bupati berani mengeluarkan penolakan secara tertulis. Sehingga, kawasan Ijen bisa diselamatkan dari masuknya investor. Pihaknya khawatir, perluasan TWA Ijen ditunggangi kepentingan lain.

Sayangnya, aksi mahasiswa ini berakhir anti klimaks. Keinginan bertemu pejabat Pemkab tak tercapai. Tak satupun pejabat Pemkab menemui perwakilan mahasiswa hingga aksi bubar. (wir)