Gresik, (bisnissurabaya.com) – Lomba layang-layang merayakan HUT RI ke-75, di Gresik, berlangsung seru. Puluhan peserta menerbangkan berbagai bentuk dan karakter layang-layang. Seperti sundel bolong, kuntil anak, keranda mayat, burung hantu, hingga cumi-cumi raksasa. Namun, sayang, lomba di tengah pandemi covid-19 ini, selain tidak mengantongi izin dari petugas kepolisian, peserta maupun ratusan penonton juga mengabaikan protokol kesehatan.

Beginilah suasana lomba layang-layang merayakan HUT kemerdekaan ri ke-75 di Desa Bolo, Kecamatan ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Namun, lomba layang-layang berbagai bentuk dak karakter tahun ini, terlihat sepi, dibanding tahun lalu. Pesertanya mencapai ratusan orang, yang sebagian besar warga Gresik.

Namun, peserta lomba layang-layang hanya puluhan orang. Meski begitu, peserta lomba tetap antusias dan semangat. Bahkan, lomba itu ditonton ratusan warga setempat, yang sudah berbulan-bulan haus hiburan, akibat wabah corona. Warga semakin terhibur dan terus mendongak ke atas. Pasalnya, puluhan layang-layang milik peserta yang diterbangkan berbagai bentuk dan karakter ini, terlihat unik dan menarik. Seperti, sundel bolong, kuntil anak, keranda mayat, burung hantu, hingga cumi-cumi raksasa.

Yusuf, salah satu peserta mengaku, lebih memilih layang-layang karakter sundel bolong. Pasalnya, di desanya dulu warga sering dijumpai sosok sundel bolong. Dia mengaku sudah dua kali ini ikut lomba, tetapi belum pernah juara. Setiap peserta, diberi kesempatan menerbangkan layang-layang selama 5 hingga 10 menit.

Panitia Lomba, Aditya Irfi Utami Putri, mengatakan, kriteria juara, selain unik, layang-layang harus bisa terbang tinggi dengan tenang meski angin kencang.
Panitia memberi waktu terbang selama 5-10 menit dan layang-layang tidak boleh jatuh. Bagi yang memenuhi persyaratan itu, berhak menjadi juara.

Pemenang lomba layang-layang kemerdekaan ini mendapatkan tropi dan uang jutaan rupiah. Sayang, lomba tersebut tidak mengantongi izin dari kepolisian. Bahkan, panitia maupun ratusan penonton mengabaikan protokol kesehatan. (bashoir/stv)