Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Krisis ekonomi akibat dampak dari pandemi covid-19, tidak mempengaruhi masyarakat untuk kuliahkan anaknya hingga jenjang pendidikan tinggi. Karena itu, jika ditinjau dari aspek psikolog pendidikan, hal ini, lantaran adanya daya saing masyarakat untuk tetap maju, meskipun terhalang dampak pandemi secara finansial.

Masih tingginya minat masyarakat memberikan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi untuk putra- putrinya, meski banyak pula yang terkena dampak ekonomi akibat covid-19. Hal itu, terlihat saat banyak calon mahasiswa yang mengikuti ujian tulis berbasis komputer atau UTBK masuk perguruan tinggi negeri. Bahkan, mereka yang tidak lulus utbk pun langsung mendaftarkan diri ke perguruan tinggi swasta pilihan mereka. Karena itu, krisis ekonomi akibat dampak covid-19, nyatanya tidak mempengaruhi masyarakat untuk kuliahkan anaknya hingga jenjang pendidikan tinggi.

Karolin Rumandjo, Psikolog Pendidikan dari Universitas 17 Agustus/Untag Surabaya mengatakan, jika ditinjau dari sisi psikologis, hal ini lantaran adanya daya saing masyarakat, khususnya bagi calon mahasiswa untuk tetap maju, meskipun mereka terhalang dampak pandemi secara finansial. Sehingga, membawa dampak positif dalam kemajuan negara. Namun, mereka yang pasrah akibat adanya pandemi virus corona ini, harus diberi suport tetap maju dalam menempuh pendidikan tinggi. Karena mereka punya cara sendiri untuk mencapai pendidikan yang lebih baik.

Ia mengatakan, pihaknya mengapresiasi orang tua yang tetap menyekolahkan anaknya hingga jenjang pendidikan tinggi meskipun dalam situasi sulit saat ini. Karena dapat bertahan secara finansial saat pandemi covid-19 sekarang ini sangat susah. Sehingga, kesehatan mental sangat diperlukan supaya dapat membawa nilai-nilai positif. (agung/stv)